Wigati

JUST WANT TO DOCUMENT & SHARE…

Usul – Hari Gagal Indonesia November 29, 2011

Filed under: Uncategorized — wigati10 @ 5:44 pm

   Perempuan ‘gaul’ di depan saya sedang sedih, dia baru gagal ujian penerimaan pegawai sebuah bumn. Entah siapa yang sedang diteleponnya untuk bercerita, tapi saya jadi ingat pengalaman saya, yang jadi posting berjudul alay ini :D .
   Begini, dulu sekali, waktu saya masih alay :D , saya dan beberapa teman punya hari spesial yang kami namakan ‘hari jomblo sedunia’.
   Sesuai temanya, awalnya ini kumpul-kumpulnya para ‘single ladies’. Acaranya spesial : jalan kaki :D
Rutenya biasanya dari dago ke BIP, tapi pernah juga dari braga ke lengkong. Sambil jalan kami ketawa-ketawa saling cerita atau komentar tentang apapun, kalau capek berhenti ,trus makan-makan..jalan lagi, ketawa-ketawa lagi, makan-makan lagi :D . Biasanya hari itu pas weekend, sebagai jomblo itu kan bisa kami lakukan seharian.
   Tapi lama-lama bergeser, hari itu gak hanya dilakukan weekend dan gak cuma karena jomblo. Kami merayakan apapun dengan judul hari jomblo sedunia : nilai jeblok, kehabisan uang, sembuh dari hepatitis, dimarahi dosen, ditolak melamar kerja, dapat gaji, dapat lemburan..semua.. gak ada alasan buat tidak raya. Sungguh ceria dan tidak kenal takut, nikmatnya jiwa-jiwa yg muda :) .
   Jadi, kepada, 3 menteri yg mengatur hari libur, saya usul, diadakan 1 hari libur nasional, gak usahlah dikasih nama Hari Jomblo Indonesia :D ..misal : Hari Gagal Indonesia, hari itu diisi dengan :
1.saling menceritakan kegagalan, biasanya selain simpati ada juga teman yg memberi solusi
2. Makan-makan & subsidi internet seharian :)
 
Karena tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Yup, kegagalan tidak perlu dirasakan sendiri, bercermin dari orang lain juga bisa. Salah dan gagal berbeda. Gagal itu tidak mengapa.

 

Melipat langit November 22, 2011

Filed under: (semacam) puisi — wigati10 @ 4:49 pm


Senja kali ini indah sekali, rindu
Terlihatkah dari tempatmu?
Aku lipat langitnya agar bisa kusimpan di hati
Aku bagi hanya denganmu nanti

 

Ingat untuk lupa November 15, 2011

Filed under: Daily — wigati10 @ 9:45 pm

 
 
Potongan koran diatas memuat tips untuk melawan lupa bahwa bangsa ini, ditengah carut marutnya, punya banyak potensi agar maju.
Rasa-rasanya memang lebih mudah menemukan tips untuk melawan lupa daripada melawan ingat. Ini seperti kasus, di toko lebih mudah menemukan minuman energi daripada minuman relaksasi :D
Kalau melawan lupa itu kan bisa dengan cara psikis & fisik. Psikis-nya tentu menata mental, membulatkan tekad untuk mengingat atau membiasakan hal yang bisa menyegarkan memori kita. Cara fisik-nya kita bisa melakukan senam otak, dan eh…bahkan ada obatnya, Gibolan.
Coba kalau melawan ingat, sepertinya ini sepenuhnya konflik batin ya : ingat kalau harus melupakan tapi tidak sanggup melakukan.
Melawan ingat..melawan lupa..akan sesuatu..akan seseorang.
Persamaannya, sama-sama membutuhkan energi dan sama-sama pantas diperjuangkan, asal bisa membuat diri kita dan atau orang lain menjadi lebih baik.
Salam merdeka :)
 

 

Like My Mother Does November 8, 2011

Filed under: Uncategorized — wigati10 @ 11:03 pm

     Lagu ‘Like My Mother Does’ mengalun sayup entah darimana. Usai menyimak liriknya saya jadi sadar, di sekeliling saya ada banyak contoh bahwa pendidikan dari ibu berpengaruh besar pada perkembangan pribadi anak. Tentu..tentu saya tidak bermaksud mengenyampingkan peran ayah dan peran lingkungan didalamnya. *ini sebelum diprotes para ayah ya :) *
     Untuk kaum muslim yang baru saja merayakan Idul Adha, kisah qurban nabi Ismail AS adalah contoh menyentuh, betapa taat dan ikhlasnya seorang anak. Itu tidak mungkin didapat dari hasil didikan ibunya, Siti Hajar, dalam semalam kan ?
Cerita tentang peran ibu yang juga saya suka adalah cara ibu dari Thomas Alfa Edison dan ibu dari Gus Dur(KH Abdurrahman Wahid).
Tapi ada satu. Satu cerita istimewa yang saya suka.
     Waktu itu saya masih mahasiswa baru. Ada satu teman laki-laki yang paling bandel dan berantakan, saya selalu menjauhinya, karena anggapan saya, anak-anak seperti itu pasti anak yang tidak mau mendengarkan orangtuanya, apalagi ibunya. Jadi buat apa saya berbaik-baik dengan orang yang tidak menghormati kaum saya.
     Tapi ternyata..suatu saat kami jadi satu kelompok saat mengerjakan tugas essay tentang peran ibu.
Saat yang lain sibuk memikirkan tokoh dunia perempuan. Dia : ‘kalau menurutku yah, perempuan paling baja itu mamah(ku), contohnya, dia gak suka masak dan harus kerja pagi, tapi berusaha bikin sarapan buat orang serumah. Gak ada bubur ayam kayak gini nih, komplit bergizi pokonya’ celotehnya sambil menunjuk bubur ayamnya yang polos.
Kontan kami yang semeja jadi terbengong2 tidak mengira, kalimat seperti itu bisa keluar dari tampilannya yang garang.
Dia : ‘mamah banyak jasanya. cinta pertamaku pokonya. nanti kalau punya pacar aku cari yang seperti mamahku’
So sweet :D
     Keikhlasan selalu berbuah kebaikan. Maka salam takzim saya untuk para ibu ‘baja’ di luar sana, yang selalu tulus mendidik dengan penuh kasih, semoga bahagia & surga untuk ibu.
     
     
     
untuk mami, terimakasih ‘madu’nya :)

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.