
Seekor Anak Panda yang sedang kesal duduk di tepi sungai. Tadi dia dihukum ayahnya karena bolos belajar membaca. Ughh rasanya sejak pindah ke hutan baru ini, ayahnya semakin cerewet saja. Anak Panda diharuskan belajar membaca, padahal dia paling tidak suka belajar, huruf-huruf itu aneh dan mirip bentuknya, lagipula buat apa dia belajar membaca, itu kan pekerjaan manusia.
Anak Panda melihat sekelilingnya, banyak binatang di hutan ini bilang dia tak kenal takut, jadi bangga mendengarnya, karena itu tandanya dia sama dengan idolanya, Ayah Singa. Ayah Singa selalu berburu dan menemukan mangsa, beda dengan ayahnya, Ayah Panda, yg cuma duduk di bambu, mengunyah bambu pelan-pelan. Anak Panda menghela nafas, ayahnya memang sama sekali tidak jantan dan kuno. Andai dia bukan Anak Panda.
Tiba-tiba dari jauh dilihatnya ayahnya datang, membawa daun bambu muda, tapi jalannya terpincang-pincang. Anak Panda buru-buru menyambut ayahnya.
Anak Panda = “Kenapa kaki ayah?”
Ayah = “Tidak apa”
Anak Panda = “..ehhh…berdarah loh yah”
Ayah = “Tidak apa. Ini makan daun bambumu”
Anak Panda makan daun bambunya pelan-pelan, tapi matanya terus memperhatikan kaki ayahnya yang berdarah-darah meski sudah dibebat.
Ayah Panda tersenyum = “Tadi ayah membantu Ibu Kuda, kepalanya luka tersangkut pagar hutan waktu mengejar anaknya yang menerobos pagar. Ayah tidak hati-hati, jadi malah kaki ayah yang ikut tersangkut”
Anak Panda mengingat bukan kali ini saja ayahnya menolong hewan-hewan lain, sudah seringkali.
Ayah Panda = “Itu makanya, ayah mengajarkan huruf manusia, biar kamu bisa membaca tanda-tanda di hutan lindung ini nak. Mana ‘Batas Hutan Lindung, dilarang berburu’, ‘Rumah Sakit Hewan’ atau ‘Hati-hati kawat berduri’. Biar kamu tau mana tempat aman dan tidak nak”
Anak Panda menunduk.
Ayah Panda merangkulnya = “Ayah tau, kamu anak yang pemberani, lagipula badan kita besar kan, tenaga kita kuat. Tapi apapun yang berlebihan itu tidak baik, termasuk berani. Karena hewan bodohpun bisa berani…Dan kau tau hewan yang bodoh.. dia tidak hanya membahayakan dirinya, dia juga membahayakan hewan lain”.
Anak Panda mengangguk “Iya ayah”
Ayah Panda mengusap-usap kepala anaknya.
Sebenarnya sudah beberapa kali ayahnya mengatakan hal-hal itu, tapi baru kali ini Anak Panda berpikir kata-kata ayahnya benar, bahwa setiap hewan punya kekurangan dan kelebihan, serta, berani itu bukan berarti membabi buta tak kenal takut melainkan bertanggung jawab atas yang dilakukannya.
Dilihatnya bayangannya dan bayangan ayahnya di sungai. Ayahnya bukan hanya bisa melindunginya tapi juga hewan-hewan lain. Baru disadarinya..ah, ayahnya adalah ayah terkeren sedunia.
Anak Panda dan Ayahnya Desember 27, 2011
Ayah Rumah Tangga Desember 20, 2011
Arena bermain semacam timezone, fun world, amazone itu kan tempat orang-orang main game yang tidak bisa dimainkan di rumah dan juga tempat kita bisa pura-pura jadi orang lain. Coba, dengan membayar Rp 1500 saja kita sudah bisa jadi Schumacher, Rossi, Navy Seal, joki kuda dll selama beberapa menit kan
. Gak heran kalau kebanyakan yang main adalah anak-anak sekolah.
Jadi waktu saya lihat bapak paruh baya sedang memandangi papan skor game shooting bola basket, saya jadi penasaran.
Saya = “Putranya ya pak?” tanya saya sambil memperhatikan binar di wajah sang Ayah yang menenteng handuk kecil+aqua, mungkin punya anak laki-laki yang sedang shooting bola di depannya itu, pikir saya.
Ayah = “Iya mbak, ini anak kedua saya, kakaknya perempuan” wajahnya makin berbinar saat menyebut anak-anaknya
Saya = “Putranya atlit ya pak?”, saya ikut memperhatikan si anak yang tinggi besar
Sang Ayah senyum = “Dia masih kelas 2 SMA mbak. Memang kepengennya jadi atlit, tapi gak tau lah, saya gak punya uang kalau harus masukkan dia ke klub. Saya siapkan buat kuliah saja sudah banting tulang ini. Jadi ya gini..apa ajalah yang mirip-mirip latihan”
Saya ikut-ikutan tersenyum.
Sang Ayah melanjutkan = “Saya memang nyantai sih mbak ngedidik anak. Saya bebaskan kegiatannya asal kegiatan yang berguna. Tapi jangan dikira saya gak kuatir sama pergaulan, sama pengaruh narkoba, sama free sex..jaman sekarang..duhh.. Makanya sebisa mungkin saya dukung dia..”
Tiba-tiba si anak yang asyik shooting bola balik badan = “Pa, jemput mama loh”
Ayah = “Iya..masih 15 menit lagi”
Anak = “Mantel nya di jok”
Ayah = “Iya”
Anak = “Nanti kena macet”
Sang Ayah terkekeh = “Iya iya..Ok deh bos..”. Lalu bicara pada saya “Dia lebih bos dari mama nya sekarang mbak”. Si anak tersipu malu melihat saya memperhatikan mereka.
Hmm..Saya jadi membayangkan seperti apa mereka di rumahnya.
Mungkin arti rumah sesungguhnya adalah tempat dimana anda bisa jadi diri sendiri di sekeliling orang-orang yang menerima dan menyayangi anda dengan tulus.
Maka salut saya untuk ayah-ayah pemimpin keluarga, pengendali rumah
.
Cinta Tak Perlu Rumit Desember 13, 2011
Hujan sedang deras-derasnya waktu Atung, teman saya menelefon.
Atung =”wi, keripik mak icih dimana?”
Saya = “haaa ngapain ujan2 nyari mak icih?..bla bla bla” saya ledek dia.
Atung = “buru..nyonya lagi ngidam”
Ooow saya berhenti meledek dan langsung memberi alamat.
25 menit kemudian, hujan sudah ganti gerimis, Atung menelefon saya lagi.
Atung = “aku udah kayak cucian basah nungguin, mobil yg jual kripik mak icih belum dateng juga” lapornya “kan selama nyonya, istriku tercinta itu hamil, aku nazar gak ngerokok wi, ngapain nih coba” dia pasti bersungut2 disana, saya diam saja mendengarkan.
Atung = “Ngiri pisan aku sama kalian perempuan, surga dibawah kaki ibu katanya, aku juga pengen. Biar mak icih jadi saksi, aku emang gak bisa nulis puisi, gak ingat tanggal2 penting anniversary, sering lembur kerja ke luar kota..tapi sebisaku aku pengen nyonya tau aku bertanggungjawab” saya menahan tawa mendengar curhat gak nyambung Atung, tapi sekaligus salut.
Waktu seragam sekolah saya masih merah putih, saya sudah mengenal laki-laki semacam Atung. Namanya Pak Kacung. Beliau pendiam sekali, berlawanan dengan istrinya yang ceriwis. Toh mereka bisa kompak mengantarkan anak-anaknya berhasil jadi lebih baik dari mereka.
Ternyata mencinta bisa sangat sederhana, karena perbuatan lebih terdengar dari kata-kata.
Mr Simple Desember 6, 2011
Desember adalah bulan peringatan hari ibu. Mencoba melihat dari sudut pandang berbeda, sebulan ini saya akan mencoba menulis tentang ‘ayah’, sosok yang mendukung perempuan untuk menjadi ‘ibu’ ![]()
——————————————————–
Acara tv malam ini tidak menarik, saya jadi acak memencet tombol remote. Ada debat pemimpin institusi, ada korean pop, ada sinetron, ada serial ‘white collar’, ada berita terkini. Membosankan.
Tiba2 di layar tv terlihat seseorang mirip pemain di ‘white collar’ sedang berdiri di panggung, dihadapannya ada sederet orang, dan ada banyak penonton di belakangnya.
Salah satu orang di deretan terdepan itu berkata : “silahkan perkenalkan diri anda”.
Si pemain ‘white collar’ mengangguk tenang =
”Nama saya : mr simple
Umur saya : produktif, karena saya tdk dibatasi angka
Asal saya : dari tanah”.
Para penonton bertepuk tangan mendengar jawabannya.
Penanya 2 = “wow jawaban yg simple. Sekarang, tlg sebutkan prinsip hidup anda”
Mr.Simple = “hidup adalah sebuah kewajiban dan mengisinya adalah sebuah kemuliaan”
Penanya 2 = “maksudnya?”
Mr.Simple = “ya segala sesuatu ini diberi Tuhan, termasuk hidup, harus dijaga sampai sukses”
Penonton riuh bertepuk tangan.
Penanya 3 = “apa sih arti sukses untuk anda?”
Mr.Simple = “kalau selama hidup saya berhasil membuat keluarga&orang2 di sekeliling saya menjadi manusia yg lebih baik. Dan saya banyak menghimpun bekal untuk menghadapi mati/akhirat”
Penonton makin riuh bertepuk tangan
Penanya 4 = “anda single saat ini?”
Mr.Simple = “ya”
Penanya4 = “ok. Apa yg anda lakukan agar dapat mempertanggungjawabkan kualitas keturunan anda kelak?”
Mr.Simple = “anak saya akan bebas menentukan jalur hidupnya. Tapi seperti aliran sungai, saya akan memastikan dia berasal dari hulu yang bersih/pondasi agama yg kokoh dan memastikan dia bermuara ke samudra/ menjadi orang berguna. Saya hanya akan memantau atau membersihkan alir jalurnya sesekali saja kalau dia mampat”
Penanya 5 harus menunggu tepuk tangan penonton mereda untuk bertanya = “ok, ok, ok..jika anda menang, hadiahnya kan 1 juta dollar,akan anda gunakan untuk apa uang itu”
Penonton hening.
Mr.Simple tersenyum, dia melangkah meraih pengeras suara dengan sopan, lalu …
Bruk..brak..klontang klontang..tiba2 sekaleng cemilan jatuh. Saya gelagapan mencoba sadar,
oh rupanya saya ketiduran dan tdk sadar menyenggol si kaleng.
Aduhhh, mudah2an jawaban si Mr.Simple adalah “1 juta dolar itu akan hibahkan untuk wigati10..”
namanya juga mimpi ![]()
Jawaban mr.simple, adalah kumpulan jawaban teman2 saya, para calon ayah, dalam obrolan2 simple
komentar