Di sebuah restoran cepat saji. 2 anak kecil, kakak adik, kira-kira berumur 7 dan 9 tahun.
Kakak = “Adek mau pesen apa?”
Adek = “Abang, uangnya cukup gak nanti? Kan receh bang..malu”
Kakaknya cuek. Begitu makanan datang, kakaknya makan pakai tangan.
Adek = “Kok pake tangan, kayaknya diketawain tuh abang”
Kakak = “Emang Gue Pikirin?!”
Buat anak-anak, EGP mungkin bisa jadi bentuk ketidakperdulian, meskipun bisa positif, berpikirnya hanya berdasar penilaiannya sendiri ![]()
Di sebuah ruang tunggu dokter. Seorang nenek mengantarkan seorang ibu-ibu.
Ibu = “…Sakit hati gue sama dia Wak, seenak-enaknya aja memperlakukan orang. Jangan-jangan gue sakit juga dia yang bikin nih Wak…”
Nenek diam saja.
Ibu = “..waktu itu dia juga ngehina Uwak didepan Mama..bla bla bla”
Akhirnya Nenek menyahut tenang= “Emang Gue Pikirin?.. Sudahlah Yu, gak usah mikir orang lain “
Untuk orang dewasa, EGP mungkin bisa jadi tanda kebesaran hati, positifnya jiwa. Berpikirnya tidak terpengaruh penilaian orang sekaligus tidak gampang menilai orang.
Seorang janda 3 anak rugi dalam bisnisnya, juga sedang bermasalah dengan istri baru suaminya.
Dia tersenyum saja saat saya tanya bagaimana nanti kabarnya = “Emang Gue Pikirin?.. Bagianku cuman berusaha hidup bener, lainnya Tuhan yang atur. Silahkan Tuhan kasih apa saja, aku akan berusaha bersyukur”
Sebagai manusia beriman, selalu menimbang penilaian Tuhan, bisa bijak berpikir untuk memilah, kapan harus menerima, kapan harus merubah hidup.
Salam EGP, Narablog
EGP Januari 31, 2012
Anak panda dan Lebah Januari 24, 2012

Anak Panda sedang asyik berjalan menyusuri hutan ketika melihat seekor lebah jantan dan memutuskan mengikutinya.
Setelah beberapa hari,
Lebah = “Kenapa kau mengikutiku?’
Anak Panda = “Aku suka melihatmu membuat madu, aku juga suka madu“
Lebah = “Mana ada panda suka madu, panda makannya bambu. Beruang yang makan madu“
Anak Panda mengangkat bahunya = “Aku suka. Memangnya kalau ada beruang yg makan bambu, itu juga tak boleh?“
Lebah memandangi Anak Panda tapi lalu ikut-ikutan mengangkat bahunya= “Terserah kau saja… kenapa kau tidak bermain dengan panda lain?“
Anak Panda = ‘Di tempatku hanya ada sedikit anak panda, dan mereka lebih suka berkumpul dengan ibunya“
Lebah = “Oh..kau masih anak2.. pantas suka melihat hal-hal baru“
Anak Panda = “Iya, kata ayahku aku anak panda yang pintar“, Anak Panda menyahut bangga tanpa memperdulikan Lebah yang terkekeh memperhatikan ukuran badannya.
Lebah tersenyum = “Kalau kau pintar, kau pasti sdh belajar dr yg aku lakukan hari ini. Apa?“
Anak Panda = “Aku bermain, kau bekerja. Aku besar tapi anak-anak, kau kecil tapi sudah tua“
Lebah = “hahahaha aku pikir kau sdh belajar apa“, Lebah terbahak sampai sayapnya oleng.
Tepat saat itu kawanan lebah melintas di atas mereka, si Lebah menoleh cepat “Nah, itu tanda tugasku sdh selesai, aku harus pulang“
Anak Panda = “Apakah besok kita bertemu lagi?“
Lebah = “Aku harus pergi ke tempat yg lebih jauh besok. Aku tdk suka berjanji, aku takut tdk bs menepati“
Anak Panda = “Kata ayahku, Tuhan suka pada makhluk yg berusaha. Berjanjilah, lalu berusaha tepati. Aku tunggu, boleh?”
Lebah = “Kau memang masih anak-anak, Panda. Aku kasih tau ya, kalau kau berurusan dengan makhluk disini, kau harus bersiap2 kecewa, lain halnya jika kau serahkan urusanmu pada Tuhan”
Anak Panda memandangi Lebah = “hmmm…baiklah. Hati2 besok di jalan”
Lebah terbang pergi.
Anak Panda sebenarnya tidak tau maksud kata-kata lebah yang terakhir, yang dia tau besok dia tak ada teman. Dia berbalik berjalan pulang, ketika tiba-tiba dia haus. Di ujung belokan ada sungai pikirnya.
“Ahaa iya… besok aku mengikuti sungai saja, mengamati air, aku kan juga suka minum air, seperti aku suka minum madu“.
Kini langkah Anak Panda tak lagi sedih. Mungkin dia tidak akan bertemu lebah itu lagi, tapi dia tau dia akan bertemu lebah lain atau bahkan hewan lain. Anak Panda berusaha menyadari apa yang masih ada, bukan apa yang hilang.
Defense Januari 17, 2012
Ada sebuah acara di kampung saya. Beberapa hari sebelum hari H, warga sudah bergotong royong membangun tenda, memasak, menghias tempat acara, semua dilakukan bersama. Cuaca cerah yang mendukung, dan persiapan acara yang lancar, membuat semua orang jadi tenang dan ceria.
Beberapa jam sebelum acara. Tiba-tiba hujan angin turun sederas-derasnya, tempat acara bocor sampai banjir. Waktu itu para bapak-bapak sedang istirahat makan bersama di dapur, sedangkan para ibu-ibu sedang membersihkan tempat acara. Para ibu-ibu dengan sigap seadanya mencari cara menutup bocor dan mengurangi banjir dengan peralatan bapak2 yang masih ada. Sebagian bapak-bapak semburat dari dapur datang membantu, tapi sebagian besar tinggal di dapur langsung menggantikan tugas menyiapkan makanan untuk acara lalu mempersiapkan dapur dari ancaman bocor dan banjir juga.
Tidak perduli harus ‘switch’ peran atau belum sempat istirahat, semua orang segera melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan, mengatasi masalah.
Ooo…berarti benar.. apapun bentuk ‘team’ nya, entah keluarga, kantor atau negara, agar tepat dan cepat mengatasi masalah, teamwork berubah jadi personal work, sumbangkan kemampuan diri agar kita semua bisa bertahan mengatasi masalah.
Play our part on it to defense.
So..let’s play narablog
Geser Januari 10, 2012
Mati gaya. Playlist lagu yang diputar di angkot ini temanya patah hati semua. Saya lirik sopirnya, tatapannya sendu ke depan, berkali-kali dia menghela nafas..duh jadi ikut mellow. Eh tapi tunggu, mikir patah hati atau setoran kurang? cuma dia dan Tuhan yang tau
.
Kalau benar sedang patah hati atau sakit hati, apa hati si sopir bisa seperti angkot ya? Maksudnya orang-orang yang ada di dalam hatinya bisa digeser, seperti prinsip angkot, ‘Geser, 76′ : Isi hati secukupnya dengan orang-orang terdekat yang bertujuan sama. Meskipun sopir selalu berharap semua orang-orang itu hanya akan turun di terminal terakhir, tapi kalau ternyata ada orang yang turun di tengah jalan, si sopir tidak kesakitan kehilangan, karena orang naik turun itu biasa, si sopir cukup menyuruh penumpang lain geser memberi jalan untuk orang baru. Lalu berangkat lagi, tidak perlu menutup pintu angkot apalagi gusur angkot nya.
Hmm ini analog absurd sih memang, tapi daripada naek ojek…becek cynn
Ukuran Januari 3, 2012

Wajahnya menyiratkan lelah, tapi nada bicaranya semangat sekali. Sudah sebulan ini dia mengikuti talkshow seorang motivator terkenal, dimanapun talkshow itu digelar. Begini hasilnya,
“Katanya.. kalau kau menghadapi masalah hidup, itu tuh sebenarnya cuma masalah ukuran” dia serius menjelaskan.
“Ukuran?” saya bingung.
“Gini, kalau masalahmu besar, kau harus membuat hati dan pikiranmu berukuran lebih besar dari masalah itu.. Jadi ketampung kan, dikau jadi bisa lihat celah solusinya, ketemu jalanmu” paparnya
Saya mengangguk-angguk.
“Atau kecilkan masalahmu, biar banyak masalah yang bisa ditampung hati dan pikiranmu. Paham?”
Saya lagi-lagi mengangguk.
“Kayak patung kucing keberuntungan deh manggut2″ komentarnya ![]()
Mungkin di tahun baru ini saya juga harus begitu, besarkan kemampuan saya untuk mewujudkan resolusi saya, dan kecilkan ukuran masalah saya. Agar ringan langkah saya bagaimanapun jalannya, hanya takdir Tuhan batasannya.
Selamat tahun baru narablog, selamat bertambah umur, selamat punya kesempatan-kesempatan baru.
komentar