Wigati

JUST WANT TO DOCUMENT & SHARE…

Anak Panda dan Kelinci Februari 22, 2012

Filed under: Daily — wigati10 @ 4:30 pm

bunny
    Anak Panda suka sekali mencoba makanan hewan lain, setiap kali dia bermain ke kandang hewan lain dia pasti mencicipi makanan mereka. Waktu bermain dengan sapi, dia ikut makan rumput, waktu ke kandang ayam dia ikut makan cacing. Tapi sudah 3 hari ini dia tidak bermain, sakit perut, sejak dari rumah burung betet dia ikut makan pasir.
    Karena khawatir, akhirnya petugas pengawas membawa Anak Panda ke rumah sakit, sepanjang jalan bapak-bapak petugas yang ngos-ngosan itu memperingatkan dia “jangan makan sembarangan lagi ya, aduhh repot sekali harus mengangkutmu Anak Panda”. Anak Panda meringis, dia tau sekarang, tidak semua yang dilakukan hewan lain harus bisa dia rasakan juga.
Setelah diperiksa dokter, Anak Panda dimasukkan ke sebuah ruangan, ada beberapa kandang disana, sebuah kaca besar memisahkan ruangan itu dengan ruangan lain, yang berisi para penjaga, rak-rak buku, tv, dan banyak tempat duduk.
    Asyik melihat sekeliling, Anak Panda sadar ada hewan lain di kandang sebelah, Anak Panda merasa mengenalnya.
Anak Panda = “hei..kau rasanya tidak asing, kau hewan yang suka jadi logo… gambarmu tampak samping dimana-mana kan?”
Hewan yang disapa nampak tidak perduli, bergelung tidur di pojokan.
Anak Panda mengingat = “ohhh..aku ingat, kau juga yang suka mencuri timun itu kan..”
Hewan itu masih tidak perduli, tapi anak panda mendekati kandangnya dengan antusias = “Iya kan? kan?”
Hewan itu mengangkat badannya malas = “Sembarangan..aku kelinci, kelinci sumatera yang langka..bukan kancil, namaku Nesolagus Netscheri..dan aku tidak mau sembarangan bicara..”
Anak Panda terbengong-bengong, badan kelinci itu memang besar dan berwarna loreng tapi sepertinya sedang rontok, mengerikan sekali hewan yang seperti itu, jelek tapi sombong.
Anak Panda menjauh = “Kau sombong sekali…karena namamu susah dan bulumu loreng ya?“
Kelinci terkejut, belum pernah ada yang mengomentari sikapnya, dia mengamati Anak Panda = “..Aku kesal saja jadi korban dongeng, kelinci lawan kura-kura lah, mirip kancil mencuri timun lah, jadi logo lambang kenakalan lah..ugh..”
Anak Panda terkekeh = “Kenapa kau kesal, itu kan cuma di cerita, bukan kau yang sebenarnya?“
Kelinci = “Ya kesal, kan aku hewan baik. Kalau bisa milih..aku ingin jadi kodok saja, bisa mencium putri..voila..happy ending ever after”
Anak Panda terbahak.
Kelinci = “Kau ingin jadi siapa?”
Anak Panda menggeleng = “Tadinya aku ingin jadi singa karena dia pandai berburu. Lalu ingin jadi kelinci, soalnya aku pernah mendengar lagu bagus tentangmu..‘kelinciku..kelinciku..kau lucu sekali..lompat sana ‘..tapi karena kau mau jadi kodok, aku gak mau ikuti ah”
Kali ini Kelinci yang tertawa tapi lalu diam merenung = “Ahhh kau benar sekali. Jika ingin bahagia, maka selalulah merasa bahagia. Jangan cemas pada kekurangan apalagi penilaian. Maafkan sikapku tadi ya, sekarang kita berteman?”
Anak Panda = “Tentu saja”
Anak Panda tidak mengerti apa maksud Kelinci, yang jelas dia senang punya teman baru.

 

Laut Februari 14, 2012

Filed under: Uncategorized — wigati10 @ 1:53 pm

laut
    Hari ini saya melihat lomba berenang anak balita di kolam yang dalamnya 3 kali tinggi badan mereka. Mengagumkan melihat keberanian mereka, meskipun ada yang tenggelam karena grogi banyak penonton, tapi sebagian besar sudah pandai berenang, terbayang latihan yang kemarin-kemarin mereka jalani :)
    Mungkin begitu juga keberanian orang dewasa menghadapi laut lepas.
Buat saya, laut adalah perpaduan ketenangan dan ketakutan, menenangkan karena biru seperti tak terbatas, sekaligus menakutkan karena menyimpan kekacauan tak terduga, sesiap apapun manusia, cuaca yang menentukan, tenggelam taruhannya.
    Tapi saya pernah mendengar cerita seorang teman yang keluarganya berlayar dari Lombok ke Sumbawa memakai rakit bambu. Katanya disitulah dia mulai percaya Tuhan, dia merasa kecil sekali di laut itu. Mungkin begitu para pelaut atau para nelayan yang sudah terlatih menghadapi laut, tidak takut lagi, karena justru dalam keadaan kacau itulah mereka belajar banyak, bukan saat rencana pelayaran berjalan sempurna.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.