Tolak

“Kenapa proposal saya ditolak pak? Apa kekurangannya? Tolong beritahu saya”
Meski beliau senior dan bijaksana. Tapi saya sudah mempelajari hal ini sudah sejak pertengahan tahun kemarin, dan percaya diri pendapat saya sangat baik, jadi saya merasa perlu memperjuangkannya.
Beliau tersenyum = “Anda tau ini bukan keputusan saya sendiri, ada panitia”
Saya mengangguk.
Beliau = “Pendapat anda tidak jelek, anda tidak buruk, hanya saja, tidak sesuai dengan kebutuhan kami.”
“Saya sampaikan di forum ini, bukan untuk merendahkan, tapi agar setelah ini anda akan mendapat banyak masukan dari rekan disini. Saya harap anda memahami”
Kali ini saya yang tersenyum. Beliau bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana, bahwa kadang gagal kita itu bukan karena kualitas kita tapi karena kebutuhan orang lain.
Untuk saya, menghadapi penolakan atau kegagalan ini agak berat, tapi bisa juga jadi pelajaran yang berharga, bahwa percaya diri harus dijaga. 🙂

Advertisements

Shibori Ecoprinting

Saya ingat, dulu waktu masih SD, guru seni pernah menyuruh kami untuk mencetak bunga & daun yang warnanya cerah di kertas, pelajaran komposisi warna. Waktu itu saya dapat nilai 70, karena eh karena saya cuma nitip daun (&hasilnya) pada teman-teman saya, alasannya halaman rumah saya sempit. Teman-teman saya memang baik 😀

Nah ternyata sekarang saya ada kesempatan untuk mewarna dan mencetak pola kain (shibori) dengan warna & pola dari daun & bunga alami (ecoprinting). Tehnik ini berasal dari jepang. Berikut pelajaran yang saya dapat :

1. Tehnik shibori ada 2

– iron blanket (dikukus / direbus selama 2 jam)

– pounding (dipukul dengan palu kayu)

2. Tehnik mencetak pola shibori

– Itajime (melipat, menekan, celup)

– Kanako (mengikat)

– Arashi (melilitkan pada pipa)

– Nui (menjahit jelujur)

– Spray (menyemprotkan pola)

– Kumo (melipat kain)

– Miura /loop (mengikat tanpa simpul)

 

3. Kain yang baik untuk shibori

Katun primisima

Sutra

Polyester

 

4. Pola & pewarna yang umum digunakan

Pola : Daun jati, daun ketapang, daun jambu, daun jarak merah, segala jenis eucalyptus. Tapi pola daun lain juga bebas untuk di eksplor

Pewarna : kunyit, daun sirsak, bayam dll

5. Langkah shibori ecoprinting secara umum :

* Pre Mordant : untuk menghilangkan kotoran pada kain

*Mordant : prosesnya tergantung jenis kain

*Daun yg digunakan perlu dikondisikan agar tanin nya dapat menempel dengan baik.

A. Tehnik iron blanket :

– daun yang telah dicelup ditata di atas kain yg dimordant ditutup (diblanket) dengan kain lain yang telah direndam air karat.

-tumpukan kain dilapis plastik bening lalu digulung dengan pralon/kayu/besi

-lalu direbus/dikukus 2 jam

B. Teknik pounding

– daun ditata diatas kain mordant, dipukul dengan palu dari kayu sampai pola daun berpindah ke kain

Anak Panda dan Anak Burung Hantu

Anak Burung Hantu beringsut mendekati ayahnya yang sedang serius mengawasi pepohonan di sekitar sarang mereka.
“Ayah ada yang mau aku ceritakan”, “Hmm” sahut Ayah Burung Hantu hanya berdehem tanpa menoleh.
“Aku ingin mencari sarang sendiri”. Hening.
Lalu mata besar ayahnya lama menatap Anak Burung Hantu. “Kita bicarakan dulu dengan ibumu”.
Ayah Burung Hantu masuk ke dalam sarang. Ibu Burung Hantu yang sedang menata makanan, tersenyum melihat Anak Burung Hantu ikut masuk.
“Ibuu boleh kan ya aku pindah sarang? Aku suka sekali disini, ada ibu dan kakak-kakak. Tapi banyak temanku sudah pindah dari rumahnya bu, itu si kelinci, si kucing, si burung pipit. Katanya seru di rumah sendiri”. Anak Burung Hantu bercerita sambil melonjak-lonjak.
Ibu Burung Hantu “Apa kau sudah yakin?”
“Iya” jawab Anak Burung Hantu semangat. Ibu Burung Hantu tersenyum, menoleh dan menggangguk pada Ayah Burung Hantu.
Ayah Burung Hantu : “Baik, kau boleh pindah sarang, tapi jangan jauh-jauh ya”
“Horeeeee” Anak Burung Hantu cepat-cepat terbang, tapi lalu kembali lagi “terimakasihhhh ibuuu ayahhh”
Ayah dan Ibu Burung Hantu tersenyum lebar melihatnya.

Wah, Anak Burung Hantu semangat sekali mencari sarang baru, sudah seharian dia berkeliling. Akhirnya dia menemukan batu-batu besar berongga, tidak jauh dari sungai dan pohon-pohon bambu. Ya pohon bambu yang jadi rumah keluarga panda.
Anak Burung Hantu : “hai Anak Panda”
Anak Panda menatap hewan yang mungil tapi ada kesan seram itu : “Hai”. Hewan ini wajahnya berbentuk jantung, warna putih dengan tepi coklat.
Anak Burung Hantu : “aku Anak Burung Hantu, aku baru diijinkan punya sarang baru, terus aku menemukannya disebelah sini”. Anak Burung Hantu menunjukkan celah diantara batu-batu besar tidak jauh dari rumah Anak Panda.
Anak Panda kebingungan : “kamu tidur dicelah kecil itu?”
Anak Burung Hantu menggangguk semangat : “cukup kok”
Anak Panda : “oh oke, ini sudah sore, sampai ketemu besok ya”

Setelah itu Anak Burung Hantu sibuk menata sarang barunya, sambil menyapa teman-teman lain yang kebetulan ditemuinya, dia lalu tidur kelelahan. Sore hari dia baru bangun. Dan malamnya dia tak bisa tidur.
“Ah ini pasti karena aku terlalu lama tidur, jadi tidak ngantuk”. Anak Burung Hantu mondar-mandir sampai bosan bermain sendiri. Jadi dia mengetuk sarang buaya, “anak buaya, ayo kita main”. tidak ada sahutan.
Anak Burung Hantu pergi ke rumah anak kelinci, tapi anak kelinci bilang dia tidak mau bermain malam-malam.
Anak Burung Hantu ke rumah Anak Panda “Anak Panda…Anak Panda.. ayo main”, Anak Panda turun sambil mengusap mata “Ada apa?”,”Aku tidak bisa tidur, ayo kita main “, “Ohhh ayoo” jawab Anak Panda sambil menguap.
Begitulah selama 3 hari, Anak Panda menemani Anak Burung Hantu bermain di malam hari. Tapi di hari keempat, Anak Panda tidak bisa lagi diajak main, karena pagi itu Anak Panda tertidur di pohon bambu, masih mencoba sarapan tapi lalu terjatuh. “Aku rasanya capek dan ngantuk, jadi aku ketiduran, terus jatuh, aku tidak main lagi ya” kata Anak Panda sambil menutup pintu dengan tangannya yang digips.

Anak Burung Hantu tidak punya teman, sebenarnya ingin pulang tapi kan dia sudah janji yakin pada hidup mandiri. Dia sedang melamun di pintu sarangnya, saat di gelap malam dia melihat ada dua pasang mata besar, sedang menatap tajam padanya dari seberang. Anak Burung Hantu siaga ketika hewan itu mendekat, oh ternyata ayah dan Ibu Burung Hantu. Ibu Burung Hantu membawa sekerat daging lalu meletakkan di pojok sarang.
“Ibu, aku tidak bisa tidur sudah 3 hari, aku jadi tidak punya teman, teman-teman mainnya waktu aku ngantuk” Anak Burung Hantu memelas.
Ayah dan Ibu tertawa keras. “Nah itu lah, taukah kamu…malam hari itu memang waktunya kita cari makan. Pagi kita tidur”
Anak Burung Hantu hanya tertegun. Ayah dan Ibu tetap tertawa-tawa. “Kami sudah mengawasi, kamu hanya bermain, makanya kami masih kirim makanan. Kamu terbiasa di sarang kan. Main dengan kakak-kakak lalu ada makanan.”
Anak Burung Hantu terperangah sadar bahwa punya rumah sendiri berarti dia sudah harus cari makan sendiri. “ohhhhh” hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya. “Maaf ayah ibu”
“Tidak apa. Besok malam kita berburu bersama ya, malam ini kamu istirahat dulu”
Leganya. Anak Burung Hantu buru-buru memeluk ayah ibu. Jantung hatinya.

 

 

 

Rich

Everything I know is in this thing” katanya serius sambil memasukkan flashdisk ke genggaman saya, dan meletakkan amplop besar di meja saya.
Udah serasa transaksi agen-agen rahasia di film-film.
Padahal cerita aslinya : sabtu kemarin saya batal menghadiri seminar finance, dan teman saya yang baik hati itu bersedia meng-copy bahannya. Begitu. 😀

Apa ini?” tanya saya menunjuk amplop.
Ssstt itu kado mahal, bagi2 hasil project kemarin. It will make you rich

Saya mengkerutkan dahi, …’masa iya dia ngasih saya uang , tebal lagi’ , pikir saya,…’tapi ya bisa saja dia kan baik banget dan sudah kaya, mungkin aja dia bagi2 uang’.
Dia jalan mundur perlahan. Saya buka perlahan.

Ternyata isinya cuma kertas tulisan!!!


I wish for you to become RICH, not rich in money terms, although that will come to.
I mean rich in SPIRIT, rich in JOY, rich in PRESENCE, rich in LOVE, rich in GREAT RELATIONSHIP.

Rich in surrounding yourself with amazing people who are in alignment with you.
I hope you become to be truly rich in your soul
I wish for you to go deeper. To continue growing, continue evolving.
To take everything to the next level. To find peace. To live in kindness & compassion.

“Copy dari buku motivasi bule tuh harganya $38, mahal kan” katanya sambil tertawa2 menjauh sebelum saya sambit pakai amplop.
Ini, saya bagi dengan anda, semoga kita sama-sama become rich 🙂

BAHAGIA

Bunyi notifikasi group WA saya bersahutan. Wah tema apa yang bikin rame dibahas di weekend pagi seperti hari ini, pikir saya. Ternyata teman-teman saya sedang ‘challenge’ : mendeskripsikan apa itu “Bahagia” dengan kalimat sesingkat-singkatnya. Sulittt :), jadi saya cuma menyimak :D.

Teman saya, hanya menyertakan satu link dari twitter, milik Mona Ratuliu, yang memuat tulisan dr. Jiemi Ardian, di @jiemiardian.
Saya copy disini, karena ini penting untuk saya :).

Sejak kecil kita jarang diajari emosi, kita diajari nama nama hewan, tumbuhan, warna namun jarang (atau tidak pernah) kita diajari tentang emosi. Akibatnya? Karna kita tidak mengenali emosi, sering sekali emosi menjadi tidak terkendali dan menguasai diri.

Emosi yang akan kita pelajari hari ini adalah SENANG dan BAHAGIA.
Senang dulu ya. Senang itu didasari oleh sebuah zat di otak yang bernama Dopamin. Dopamin ini berfungsi dalam “reward system”, dia akan meningkat ketika kita mendapatkan sesuatu (reward).

Akibat dari “reward system”, senang jadi memiliki beberapa sifat. Yang pertama “senang” itu cenderung nyandu. Kita ingin lebih, kita ingin terus mendapatkan, dan terus lebih. Cintamu yang kamu bilang tulus itu dasarnya dopamin ini. Makanya walau kamu dapat, kamu tetep ga puas.
“senang” juga ga akan bertahan lama. Dia akan muncul dengan cepat, lalu berlalu juga dengan cepat. Seperti kita senang waktu ngemil, dapet handphone baru, naik gaji, semua emosi ini mereda dengan cukup cepat kan. Karena mereda, kita craving merindukan emosi “senang” ini lagi.

Senang cenderung membuat kita ingin mendapatkan dan memiliki, dan hanya dinikmati sendirian. Senang baju, cemilan, gadgets, belanja, semua tentang mendapatkan. Membuat otak kita berkata “senang ini enak, aku ingin senang terus”. Candu jadinya.

Nah sekarang kita belajar emosi yang sering dianggap sama seperti senang. Padahal berbeda. BAHAGIA. Sering sekali kita tidak bisa membedakan keduanya. Kita ingin hidup bahagia, namun karna tidak mengenali emosi, kita malah terjebak kecanduan kesenangan, bukan bahagia.

Bahagia didasari zat yang berbeda di otak, kali ini kita berkenalan dengan serotonin

Serotonin ini berkaitan dengan perasaan “cukup” dan “puas”. Kita tahu cukup dan puas ini tidak dicapai dengan mendapatkan sesuatu, iya kan? Jadi jelas bahagia dan senang itu berbeda.
Berbeda dengan senang, bahagia tidak bersifat Candu. Kita tidak kecanduan dengan perasaan cukup. Bahkan kita perlu berusaha untuk mengarahkan batin tetap merasa cukup.

Tidak bisa hanya dengan membeli atau mendapat sesuatu, bahagia malah muncul dengan melepaskan dan mengikhlaskan
Bahagia bertahan lebih panjang dibandingkan senang. Bahagia membuat kita ingin berbagi, ingin memberi, tanpa perlu mendapatkan atau memiliki. Terdengar seperti kisah cinta yang sesungguhnya bukan? Iya, itulah bahagia.

Cinta yang memberi, dan ikhlas membebaskan/melepaskan.
Bahagia sulit dinikmati sendiri, dia perlu dibagikan. Membuat kita bergerak menolong orang, menjadi volunteer kegiatan sosial, itu bahagia.Membuat otak berkata “ini indah dan ini cukup”. Serotonin dalam bahagia ini, jika sedikit jumlahnya, itu yang membuat seseorang depresi.

Untuk hidup bahagia kita perlu belajar melepaskan, mengikhlaskan, merasa cukup. Dan hidup yang bermakna butuh rasa bahagia, bukan hanya sekedar senang.

Yuk kejar kebahagiaan, dan jangan terkecoh dengan kesenangan.

Icon applause berdatangan. Calon pemenang challenge ini. Meski cuma copy link. 😀

Ternyata ada satu teman lain, hanya mengirimkan gambar.

Nah :D, saya rasa kita tahu siapa pemenang nya 😀

Anak Panda dan Liar


Anak Panda sangat suka berfoto dengan para pengunjung, semua yang ingin berfoto akan ia layani dengan ramah dan pose menggemaskan. Para penjaga sampai menamai kandanganya, ‘kandang Anak Panda zaman now’. Padahal Anak Panda hanya suka melihat ekspresi orang2 yang berfoto dengannya, mereka nampak tersenyum lebar & sangat senang.
Pak penjaga memilih beberapa foto untuk dipajang di ruang pengunjung, beberapa lainnya disimpan, siapa tau bisa jadi foto iklan, katanya.

Suatu hari Anak Panda masuk klinik untuk imunisasi rutin. Disana dia bertemu dengan 3 hewan liar yang baru saja sadar setelah ditembak obat bius. Anak-anak harimau tutul. Mereka dilumpuhkan karena menganggu perkampungan manusia didekat muara sungai.
Anak Panda yang ramah mencoba menyapa : “Halo, namaku Anak Panda”
Anak-anak harimau itu tidak bergeming.
Anak Panda mendekat ke kandang : “Nama kalian siapa?….halo?…”
Salah satu Anak Harimau tiba-tiba maju menerjang pembatas kandang sambil mengaum, tepat di depan wajah Anak Panda. Keras sekali.
Bapak-bapak penjaga segera berhamburan masuk, ada yang mendorong kepala Anak Harimau dengan tongkat, ada yang menarik ranjang dorong Anak Panda, yang lainnya berdiri siaga di sekitar kandang Anak Harimau.

Setelah beberapa lama, dan semua sudah tenang kembali. Bapak penjaga akhirnya mengatur Anak Panda dan Anak Harimau ditempatkan saling berjauhan ujung ke ujung, meski tetap di ruangan yang sama.
Anak Harimau : “Hey..kau..panda gemuk…hewan paling terkenal ya kau disini..wajahmu ditempel dimana-mana”,
Anak-anak harimau yg lain terkekeh : “Namanya Anak Panda lho”, mereka tertawa-tawa sambil menirukan pose Anak Panda.
Anak Panda tetap tenang : “Ya betul, namaku Anak Panda, nama kalian siapa?”
Anak Harimau terbahak : “Hah…buat apa sih nama?”
Anak Panda hampir menjawab ‘ya biar bisa dibedakan dengan yang lain’,
tapi dia lalu berpikir ‘oh iya ya, mereka kan di hutan liar, buat apa dibeda-bedakan’
jadi Anak Panda memutuskan mengganti pertanyaan:… “Kalian dari hutan mana?”
Anak Harimau 1 : “Hmmm cerewet juga kau…kami dari hutan di gunung utara”
Anak Panda : “Oh aku tau tempat itu, aku pernah kesana saat masih kecil, bagus ya disana, ada padang luas dan air terjun besar. Wah enak sekali kalian bisa bebas disana, tidak ada yang mengatur ya, dan tidak ada yang menyuruh suntik sambil ditaruh di kandang begini..kadang aku bosan”
Anak-anak harimau tidak menjawab, mereka sibuk bercanda, saling terkam & menggigit.
Anak Panda sudah lama tidak punya teman sesama anak panda. Teman-temannya sedang dikirim ke tempat lain. Jadi duta.
Dia iri melihat anak-anak itu bermain, Anak Panda ingin ikut akrab, jadi dia bertanya lagi : “Ngomong-ngomong jauh sekali kalian sampai kemari”
Anak Harimau 2 : “Kami cari makan”
Anak Panda : “Makanan manusia?”
Anak Harimau 2 : “Ya kami hanya mau cari makan”
Anak Harimau 3 : “Sudahhh…ngapain juga kau ladeni hewan manja itu, dia tidak akan mengerti cerita kita”
Anak Panda : “eh…eh…aku tidak bermaksud begitu”
Anak Harimau 1 : “Benar, kau tidak akan mengerti kami, karena seumur hidupmu kau dilayani, dirawat manusia, sedangkan kami, kami mandiri dan kuat. Hanya saja kami sudah tidak punya rumah, rumah kami ditebangi, diganti jadi tanaman karet dan kelapa sawit, tidak ada lagi yang bisa kami makan”
Anak Harimau 3 : “Kami beda denganmu!”

Anak Panda melihat anak-Anak Harimau, melihat dirinya, melihat ruangan, mengingat teman-temannya.
Anak Panda sadar, dia terpenuhi segala kebutuhannya, tapi berada dalam kandang. Sedangkan anak-anak harimau ini terbiasa bebas tapi kesulitan memenuhi kebutuhannya. Mungkin itu yang membuat anak harimau ini berbeda, cara bicaranya…cara makannya..cara bertemannya.
Tapi kan sekarang mereka berada di rumahnya, Anak Panda memutuskan jadi tuan rumah yang ramah dan baik.

Anak Panda lalu menyahut : “Menurutku kita tidak beda. Lihat kita punya 2 kaki 2 tangan, 1 hidung, 1 mata. Kita tidak jauh beda. Kita sama”

Anak-anak Harimau saling berpandangan, mengaum keras pada Anak Panda “Tidak!!”.
Tapi dalam hati mereka mengakui, mereka sama-sama hewan kok. Dan anak-anak.

Peluk

“Saya bukan ibu yang baik mbak, saya sibuk kerja di kantor, jadi ndak merawat anak di rumah, sampai dia sakit begini. Teman-teman saya bilang begitu” lingkaran hitam dimatanya cukup membuat saya ikut merasakan letihnya. Saya tidak mengerti harus merespon bagaimana, jadi saya mengangsurkan makanan yang sempat saya beli di kantin rumah sakit, “Maem yuk”. Lalu mengalirlah cerita dari beliau, seorang ibu single parent yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Mbak sih perempuan yang baik ya, 100% di rumah, anak-anak sehat, suami sayang”, tutupnya sambil memandang saya. Ah, saya jelas tidak lebih baik dari beliau.

Obrolan beberapa hari lalu itu membuat saya merenung dan punya banyak pertanyaan.
Saya juga punya teman yang ibu rumah tangga, yang aktif di kegiatan lingkungan dan sekolah anaknya.
Saya juga punya teman yang ibu vegetarian, sekeluarga sehat dan jarang sekali sakit.
Saya juga punya teman yang ibu bekerja kantoran tapi anak2nya juara banyak bidang, keluarganya jadi panutan di lingkungan.
Dengan sekilas keadaan itu apakah mereka jadi wanita lebih baik dari teman saya yang di rumah sakit tadi?

Saya juga punya teman yang belum juga hamil lagi setelah keguguran dan menikah sudah 11 tahun.
Sekarang, apakah beliau semua yang bisa punya anak lantas jadi lebih utuh wanita dari teman saya yang belum juga punya anak ini?

Apakah mereka lebih baik dari satu sama lain?

Mungkin yang tampak dari luar(itu juga sedikit), tidak menggambarkan keadaan seluruhnya. Setiap keluarga pasti punya airmata tersendiri.
Seorang sahabat pernah menasehati saya : kunci tidak galau adalah menerima bahwa semuanya adalah paket lengkap, ada baiknya ada buruknya. Semua orang ada kelebihan ada kekurangannya. Semua hal ada baiknya ada buruknya.
Maka peluk erat saya untuk semua wanita, mari saling mendukung, bukan saling menghakimi 🙂

Previous Older Entries