Zona Normal

Timbunan ransum dari kampung: bumbu pecel, petis, rengginang, kerupuk kulit, kue2 jadul, tape, baru saja habis.
Tapi amunisi nostalgia saya masih saja membuncah. Saya masih serasa di rumah kampung yang: selalu antri makanan, wajib berbahasa Madura, minim barang elektrik, wajib bertandang kesana kemari(semua orang saudara pokonya 🙂 ).
Saya juga masih serasa bertemu teman-teman saya, yang tidak banyak berubah kecuali dewasa dalam beberapa hal. Yang masih menabur tawa saat kumpul rame-rame, tapi bisa berurai airmata saat bicara hanya berdua.
Lalu waktu kenangan-kenangan masa lalu berhamburan dibuka, ada juga mimpi-mimpi baru yang diciptakan. Waktu kesalahan-kesalahan masa lalu dibeberkan, ada juga rambu kebenaran yang ditemukan.
Mudik, saya menyebutnya zona normal. 🙂

Advertisements

12 Comments (+add yours?)

  1. endra
    Oct 06, 2009 @ 23:01:24

    sulit untuk di lupakan memang, bila telah melewati hari-hari yang membahagiyakan berasama orang-orang yang kita sayang…..

    Reply

  2. Den Mas
    Oct 09, 2009 @ 20:35:43

    wah, zona normal. Bahasanya boleh juga. Saya biasa menggunakan bahasa ‘turun gunung’, terus disambung dengan ‘getting off from e-stuff’. Itu zona normal bagi saya 😀

    Reply

    • wigati10
      Oct 11, 2009 @ 18:48:05

      wah..pendekar…naek turun gunung 🙂
      hihihi jd ngurus e-stuff bukan untuk orang normal den?? 😀

      Reply

  3. Den Mas
    Oct 09, 2009 @ 20:36:28

    Eh, lupa, lahir batin ya Jeng. Lebarannya belum habis kan? :mrgreen:

    Reply

  4. Batavusqu
    Oct 14, 2009 @ 06:28:17

    Salam Takzim
    Selamat pagi menyapa para sahabat demi sebuah persahabatan agar tak tergeser dengan kesibukan, Semoga tetap kesehatan yang hakiki diberikan untuk mbak Wigati sekeluarga
    Salam Takzim Batavusqu

    Reply

  5. Batavusqu
    Oct 15, 2009 @ 07:10:53

    Salam Takzim
    Selamat pagi sahabat, bergeser hari jangan ikut tergeser ya persahabatan, untuk terus mengikat tali persahabatan, ada tali kasih yang harus dijemput bunda, ditengah-tengah kesibukan bunda
    Salam takzim Batavusqu

    Reply

  6. beben_ajah
    Oct 17, 2009 @ 10:08:40

    boleh juga ungkapanmu wig..

    Reply

  7. wigati
    Oct 17, 2009 @ 20:40:36

    ungkapan yang mana ya bang ben? sudahkah terungkap? 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: