Diburu Rindu

        Sudah sebulan ini, Andin pindah ke Yogyakarta. Mula-mula Wulan tidak paham mengapa Andin memutuskan berhenti dari kantornya di Jakarta dengan alasan hanya berniat singgah lama di kota penuh kenangan masa kuliah mereka itu.
Tapi lalu cerita itu terungkap. Wulan menyebutnya sebagai rahasia yang menyakiti.
        Dan kini untuk kesekian kalinya Andin bercerita, hal yang sama, cerita yang sama, membuat Wulan agak terganggu mendengarnya, karena dia paham alurnya, dia hafal tokoh-tokohnya yang adalah sahabat-sahabat mereka juga, bahkan dia bisa mengira bagaimana akhir ceritanya nanti.
        Tapi Wulan tidak tega memotong ceritanya, mata Andin selalu basah dan suaranya bergetar mengumpulkan keberanian.
“Aku memang salah Lan”kata Andin sambil menghapus airmata.
“Tentu saja” jawab Wulan memandang sayu sahabat yang telah dikenalnya lebih dari 10 tahun itu.
“Tapi ini nggak aku sengaja, tiba-tiba saja aku jatuh cinta, trus tiba-tiba juga aku rindu dan cari-cari alasan ketemu dia… alasan pekerjaan kantor”
Wulan tidak berkomentar, dia sibuk memperhatikan Andin, menurutnya Andin wanita yang mandiri, selalu jadi kesayangan semua
orang sekaligus muslimah yang baik. Seharusnya ada banyak pilihan buat Andin sehingga dia tidak perlu melakukan perbuatan ini.
“Aku ingin sekali berhenti mengharapkannya Lan, tapi gak pernah bisa…Sudah 3 tahun Lan…Tolong bantu aku” dan airmatanya kembali basah entah untuk keberapa kali.
Wulan menggamit tangan Andin, membiarkan Andin membalasnya dengan genggaman kuatย  “Andin…gini..sebenarnya kemarin aku sudah bicara dengan dia”.
“Dia?..Ha…kamu bicara sama Mas Dimas? kamu ceritakan semua Lan?” wajah Andin tegang sembari buru-buru melepas genggamannya.
“Nggak, aku cuman tanya apa ada keinginan dia untuk poligami”
“Terus?..dia tau perasaanku?”
        Wulan tersenyum, kadang rasa manusia memang tidak masuk akal, asumsi dan dramatisir menghalangi logika. 3 tahun Andin
yang cantik memendam perasaannya pada seorang laki-laki dan kini dia takut laki-laki itu mengetahui perasaannya.
“Mungkin…aku gak tanya langsung, aku cuma serius tanya kalau ada kesempatan poligami apa yang akan dia lakukan. Dia bilang Nisa tidak setuju, jadi dia ingin menjaga hati istrinya itu. Kita tau kan…”
“Iya, iya…Nisa jadi cacat wajahnya sejak kecelakaan mobil akibat keteledoran mas Dimas” sela Andin sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, badannya bergetar.
        Wulan hanya bisa memeluknya, sembari berdoa semoga Yang Maha Membolak-balikkan Hati memudahkan Andin. “Andin..kita bukan ABG lagi, coba pikirkan, tidak ada yang tiba-tiba, pasti ada celah yang kamu biarkan, sampai semua begini. Maka berhentinya pun, tidak akan tiba-tiba. Sabar..”. Dan malam itupun jadi panjang di sajadah tahajud penuh tumpahan permohonan.
        Berbulan-bulan kemudian, saat Andin jadi susah dihubungi, Wulan masih mengirimkan pesan yang sama. Sampai akhirnya Andin mengirimkan postcard dengan kabar dia telah berkeliling hampir separuh dunia, tambahan pesan singkat dibawahnya membuat Wulan mengucap syukur pada Sang Maha Pencinta.
        “Tapi kamu harus temani aku cari jalan pulang kalau aku sedang diburu rindu, sekarang gak ada satupun dari kita yang ingin aku terjerat perangkap rindu yang salah ini”
 
 
 
 
“Kesamaan tokoh dan cerita hanya kebetulan semata”….cihuy, akhirnya bisa nulis kalimat ini juga ๐Ÿ™‚

Advertisements

48 Comments (+add yours?)

  1. doelsoehono
    Feb 04, 2010 @ 16:12:13

    selamat siang .

    kunjungan perdana untuk ikutan mampang dan untuk jalin talisilaturahmi semoga berkenan .

    salam kenal dari Bandung .

    Reply

  2. Cahya
    Feb 04, 2010 @ 16:47:09

    Ceritanya berat, tapi bagus… bagus… bagus… ๐Ÿ™‚

    Reply

  3. harry seenthing
    Feb 04, 2010 @ 17:26:48

    wakh keren buanget tulisannya…..hmmmm jadi pengen baca lagi akh

    Reply

  4. endra
    Feb 04, 2010 @ 22:06:42

    assalamualikum apa kabar….
    sapaan di malam hari…

    Reply

  5. Yahya Adi Mulya
    Feb 05, 2010 @ 08:00:36

    Q suka bgt ma endinG nya.

    Gmna kalo diganti kyak konsep OVJ,,,?

    ๐Ÿ˜€

    Pasti gokil.

    Reply

  6. cobaberbagi
    Feb 05, 2010 @ 10:15:34

    ceritanya bagus
    terus berkreasi mbak siapa tahu cerpen2 mbak bisa diterbitkan
    Klo udah diterbitkan tinggal ngundang kami2 ๐Ÿ™‚

    Reply

  7. Dona
    Feb 05, 2010 @ 14:34:40

    Kunjungan perdana nih..
    Nice story mbak, ceritanya hidup banget, bagus..n kreatif ๐Ÿ™‚
    Salam kenal ya

    Reply

  8. nurhayadi
    Feb 05, 2010 @ 23:30:09

    Ni pro poligami pa no poligami.

    Reply

  9. Carideโ„ข
    Feb 05, 2010 @ 23:43:56

    ceritanya enak di baca, tp sayang bacanya pas ngantuk..jadi besok saya harus baca ulang lg deh kalo gitu…hehehehe :mrgreen:
    kunjungan perdana salam kenal

    Reply

  10. Didienยฎ
    Feb 05, 2010 @ 23:45:41

    awalnya saya fikir ini kisah nyatanya si empunya blog ini , ternyata hanya fiksi..tp cerita yg bagus..kapan yah saya bisa bikin cerpen gini? hihihi..
    salam kenal dan kunjungan silaturrahmi..

    salam, ^_^

    Reply

    • wigati10
      Feb 06, 2010 @ 08:45:22

      kalau curhat di blog bukannya harus diedit2 dulu mas, biar gak ‘bocor’ semua2nya :D, kalau fiksi kan bebas hehehe
      salam semangat, d^_^b

      Reply

  11. d-Gadgetโ„ข
    Feb 05, 2010 @ 23:46:45

    meskipun cerpen, tp ceritanya bisa seperti nyata..
    *rindu memang menyiksa*

    Reply

  12. haryadi
    Feb 06, 2010 @ 11:19:20

    salam kenal…
    artikel yang menarik….

    Reply

  13. hanif IM
    Feb 06, 2010 @ 23:11:47

    ceritanya menarik nih… terlihat seperti membaca potongan sebuah novel hehe… sayang jika gak dilanjutin dan lebih di kompleksin lagi alurnya… like this…

    Reply

    • wigati10
      Feb 07, 2010 @ 08:00:55

      dulu ya mas..saya suka underestimate kalau baca novel, “halah, cerita kek gini aja jadi novel” tapi ternyata..susahhh hihih..salut buat sastra Indonesia ๐Ÿ™‚

      Reply

  14. sunarnosahlan
    Feb 07, 2010 @ 05:27:13

    rentetan kisahnya layak dijadikan ibrah, semoga bermanfaat bagi yang membacanya

    Reply

  15. oyen
    Feb 07, 2010 @ 13:36:46

    ha..ha..iya, makanya ane pake Oyen sebagai karakter fiksi, jadi walaupun nyata tetep berasa fiksi…he..he

    salam kenal dari Mbak Oyen

    Reply

    • wigati10
      Feb 07, 2010 @ 19:10:08

      heheh..master of kungfu emang sakti, yg fiksi serasa fakta, yg fakta serasa fiksi..
      salam gemes panda nya, mbak oyen ๐Ÿ˜€

      Reply

  16. cah ndueso
    Feb 07, 2010 @ 17:34:24

    terburu2 kalo dlm bhasa jawa artinya kesusu
    kalo diburu artinya d susu donk?ckikikikik….

    Reply

  17. darahbiroe
    Feb 07, 2010 @ 19:00:44

    hehhe keren nuy alur ceritanya ๐Ÿ˜€

    berkunjung n ditunggu ajah kunjungan baliknya makasih

    Reply

  18. sunarnosahlan
    Feb 07, 2010 @ 19:36:27

    โ€œKesamaan tokoh dan cerita hanya kebetulan semataโ€โ€ฆ.cihuy, akhirnya bisa nulis kalimat ini juga

    menurut saya justru tak perlu, karena karya fiksi justru yang berhasil adalah memotret realitas, meski kita sampaikan secara fiksi namun ada pesan yang hendak kita sampaikan pada pembaca, jika kita tambahi kata-kata kesamaan tokoh dst… malah membuat apa yang kita tulis seolah benar-benar dunia tersendiri, sepenuhnya khayali,
    maaf ini pendapat saya

    Reply

    • wigati10
      Feb 07, 2010 @ 19:43:32

      ooo gitu..iya ya mas…makasih masukannya. Ada yang harus dibenerin lagi mas? biar makin pinter nih mas ๐Ÿ™‚

      Reply

  19. haryadi
    Feb 07, 2010 @ 20:05:27

    ceritanya bagus banget…jadi pingin pulang ke kampung halaman

    Reply

  20. bidansmart
    Feb 07, 2010 @ 20:52:08

    weleh2 tema “rindu”nya jadi ke-ingat kisah kisah masa lalu yang bikin rindu….rindu ma temen2 lama…

    mantab cerpennya…kirain sinopsis suatu novel..eh,,,ternyata sepotong cerita pendek….lanjutkan…

    kunjungan pertama ni..ditungu kunjungan baliknya..

    Reply

    • wigati10
      Feb 08, 2010 @ 16:27:02

      teman2 lama, memang istimewa di hati ya mbak…
      lanjutkan? baiklah, aku akan berusaha, doakan aku ya(benteng takeshi mode ๐Ÿ˜€ )..salam salut untuk bu bidan

      Reply

  21. arihevea
    Feb 08, 2010 @ 10:44:58

    Saya juga diburu2 ma rindu…

    rinduuu lukisaaann.. rindu suratan.. hatiku nan merinduuu

    *lah kok malah nyanyi ndak jelas ki kepiya coba??

    Reply

    • wigati10
      Feb 08, 2010 @ 16:30:04

      waaaa…Rindu Lukisan, Ismail Marzuki..lagu2 kayak gini emang gak ada matinya mas…*lah kok malah terharu duluan ๐Ÿ˜€

      Reply

  22. aguskusuma
    Feb 08, 2010 @ 18:47:18

    rindu ma siapa nih? sama aku bkn? (gr bgt baru mampir udh koment seenaknya heheheheh)

    Reply

  23. aguskusuma
    Feb 08, 2010 @ 18:48:31

    salam kenal penuh hangat persaudaraan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: