Kuatir Bahagia

Saya selalu suka ngobrol dengan pedagang yang sudah berumur, biasanya ada pesan2 terselip di antara basa-basinya.
Kemaren juga terbukti, siang selepas duhur, jalan aspal penuh fatamorgana, waktu seorang ibu-ibu tua, menawarkan barang dagangannya.
Ibu = “Non, keset murah non, lembut gampang dicuci” katanya mengangsurkan keset dari perca yang dijalin warna-warni.
Saya = “Berapa bu?”
Ibu = “6ribu” katanya sambil kipas2 dengan ujung selendangnya, mengatur nafas.
Saya = “Loh, tanggung, saya beli 2, 10ribu ya bu?” saya coba menawar, hanya ingin tahu ekspresi di wajah penuh bulir keringat itu
Ibu = “…Nggih pun…Yang ini loh non, lebih tebal, tapi sama kuat ikatannya” katanya memilih2 di tumpukan keset di pangkuannya
….
Saya = “Bu, sampeyan sudah tua, kok masih jalan muter2, ndak jualan netap saja, nggelar dagangan gitu”
Ibu = “..Loh..kalau saya ngider, sapa tau ada orang kayak non yang mau beli kan, saya ndak tau tempat rejeki”
Saya = “Kalo ada apa2 sama ibu di jalan gimana?”
Ibu = “Saya ini orang bodo, ndak sekolah, kata orang tua jaman dulu, hidup itu dilakoni, pilihannya, kuatir atau seneng. Kok kalau ada apa2 di jalan, kalau saya di rumah saja juga saya ndak tau nasib saya gimana”
….
Duh, itu rasanya, seperti buku-buku tentang hidup yang pernah saya baca, ambruk berbarengan di kepala saya. Semua teori jadi jelas di kata-kata sederhana si Ibu.
1. Jangan menyerah menjemput rezeki.
2. Menjalani hari cuma ada 2 pilihannya dengan : khawatir atau bahagia
    Padahal khawatir sama masa depan itu gak perlu, 1 detik ke depan aja kita gak tau nasib kita gimana,..kejauhan..kejauhan.
    Yang bisa kita lakukan hanya berusaha, sebaik-baiknya dengan terarah, dengan bahagia.
 
 
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, arti kata bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dr segala yg menyusahkan)

Advertisements

79 Comments (+add yours?)

  1. wahyurez
    Mar 18, 2010 @ 07:03:34

    bener juga kata si ibu. kadang hidup tidak sesimple itu. enaknya berpikiran seperti si ibu, kita bisa terhindar dari stres πŸ™‚

    Reply

  2. sunarnosahlan
    Mar 18, 2010 @ 07:28:04

    judulnya bikin aku bingung, kuatir kok kuatir bahagia, bagaimana ini, tapi mantap juga sebagai pembuat teka-teki bagi yang membacanya

    Reply

  3. Tanti
    Mar 18, 2010 @ 08:07:24

    si ibu jadi penyemangat hidup ya…
    salam kenal..

    Reply

    • wigati10
      Mar 18, 2010 @ 11:45:34

      iyah mbak, lagi siang2 ruwet, panas, kena siraman ‘adem’ si ibu, maknyus :D…salam semangat kenalan hehe

      Reply

  4. Abu Ghalib
    Mar 18, 2010 @ 08:10:35

    refleksi yang bagus
    saya bisa mengerti maksud ibu itu
    suma mungkin cara penyampaiannya yang tidak semua org bisa mengerti

    Reply

    • wigati10
      Mar 18, 2010 @ 11:46:53

      aduhhh itu dia mas ghalib, lagi belajar terus biar bisa milih kata2 sederhana..hrs lebih rajin nih belajarnya :). trmksh ya…

      Reply

  5. kyaine
    Mar 18, 2010 @ 08:27:11

    ternyata ungkapan lebih baik berjalan dr pd duduk, terbukti oleh peran yg dilakonkan ibu penjual keset

    Reply

  6. didot
    Mar 18, 2010 @ 09:13:23

    hidup dan teori2 tentangnya memang cukup dijalani,tanpa banyak berpikir,apalagi jauh kedepan. kebahagiaan hanya ada disaat ini,sekarang ini,bukan masa lalu atau masa depan. karena masa depan belum terjadi dan masa lalu sudah berlalu,jadi hanya bahagia saat ini yg bisa kita ‘genggam’

    salut buat ibu yang menjalani hidup apa adanya,semoga Allah merahmatinya dengan petunjukNYA karena telah mengajarkan sebuah hikmah kehidupan buat kita semua disini:)

    Reply

  7. Cahya
    Mar 18, 2010 @ 10:55:38

    Orang bilang kita tak punya cukup waktu untuk diboroskan mengkhawatirkan masa depan…, tapi orang dulu sebelum kita mungkin lebih memahami hal ini dengan baik….

    Reply

    • wigati10
      Mar 18, 2010 @ 11:53:04

      kita sekarang lebih sibuk sih ya mas, ndak sempat refleksi lama2 sampai ke ‘dasar’ kyk orang dulu+si ibu…waktu dihabiskn di jalan, waktu dihabiskn buat liburan cari suasana segar, waktu dihabiskn buat bekerja..bekerja..bekerja.. πŸ™‚ salam bahagia..

      Reply

      • Cahya
        Mar 18, 2010 @ 19:56:36

        Kadang orang bukannya khawatir bahagia, tapi apa yang datang setelah kebahagiaan ini ada? Kita khawatir dengan hal-hal yang belum tentu ada 😐

      • wigati10
        Mar 19, 2010 @ 05:23:53

        hmm, sebenernya selalu ada saja hal2 yang bisa bikin kita bahagia sekarang, cuman kita khawatir sama hal lain yg belum ada/dijalani, gitu maksud mas?…khawatir kalau gak berlebihan mungkin bisa dimanfaatkan jd ‘persiapan’, ‘rencana’ hari/hidup..

      • Cahya
        Mar 19, 2010 @ 19:44:54

        Ya, mempersiapkan segala sesuatunya dengan bijaksana πŸ™‚

  8. sakurata
    Mar 18, 2010 @ 13:25:58

    Jadi ingat ibu Saya…
    setiap hari..Beliau dagang Sayur keliling di sepanjang jalan tepian Kota kecil Hatti Beriman… Pernah Saya tanya, apa sebaiknya “leren” saja, jawab Beliau…
    lha? terus aku kon ngopo??

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:29:01

      πŸ™‚ salam takzim untuk ibu mas, semoga beliau&keluarga selalu berlimpah kebaikan, rezeki yang berkah & qolbu yang damai.

      Reply

  9. caride
    Mar 18, 2010 @ 14:39:18

    buku itu pasti bagus banget (jangan menyerah menjemput rizky) karna klo mau dapet rizky ya harus di cari bukan ditunggu yakan mbak wigati?:D

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:34:29

      ada ya buku tentang itu mas?bisa kasih desc detailnya?..setuju, rezeki tiap makhluk hidup kan sudah ada mas, kita jemput ya.

      Reply

  10. nurhayadi
    Mar 18, 2010 @ 15:47:15

    Bahagianya menjadi seekor burung, dan saya pernah mengalaminya. Dan dari burung-burung itu saya pernah belajar, belajar untuk tawakal, belajar bersyukur. Burung-burung yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah.

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:38:25

      πŸ™‚ iya, burung2 yang tidak berakal saja, bisa ketemu rezekinya, bisa hidup. Sekolah ternyata hanya salah satu alat ya mas, bukan yang utama buat belajar.

      Reply

  11. nurhayadi
    Mar 18, 2010 @ 15:49:35

    Eit…ni postingannya tentang burung kan, jadi komenku di atas dah pas gitu lho.

    Reply

  12. angga erlangga
    Mar 18, 2010 @ 17:28:26

    kuatirrr….. πŸ˜€

    Reply

  13. abrus
    Mar 18, 2010 @ 19:02:36

    *Wiga, pesanmu penuh makna – walaupun kalimatnya sederhana namun sangat ‘kena dihati … πŸ˜‰ … memang orang tua banyak makan asam garam dunia … salam … πŸ˜›

    Reply

  14. abrus
    Mar 18, 2010 @ 19:07:02

    Si ibu itu orang kampung (?) sederhana (tidak makan sekolahan … hehehe), tetapi fakta ‘ngalahin saya … yg ngakunya ‘makan sekolahan (yg selalu ngeluh) … waktu selalu sempit … gak sempat inilah itulah … banyak alasan … πŸ™‚

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:42:48

      sama saya juga seperti mas abrus..nah karena sekarang sadar sebenarnya banyak ‘reminder’ di sekitar kita, ayo kita berusaha jd lebih bersyukur&lebih semangat berusaha…caiyo! πŸ™‚

      Reply

  15. shaleh
    Mar 18, 2010 @ 19:17:01

    Tapi perlu diingat, jangan terlalu larut dengan pengejaran terhadap rejeki hingga lupa pada yang memberi rejeki … πŸ˜€

    Reply

  16. djanuar
    Mar 18, 2010 @ 19:33:11

    saya kuatir dengan hidup saya seper berapa detik kedepan, tapi juga saya bahagia ternyata seperberapa detik kemudian saya bisa komen di tempat ini…

    salam kenal

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:46:48

      πŸ™‚ sama, saya juga naik turun semangatnya, semoga mulai sekarang ada lebih banyak detik2 yang berguna ya mas..
      salam semangat

      Reply

  17. a-chen
    Mar 18, 2010 @ 21:11:56

    Yups Mbak, kita nggak pernah tahu Kapan kuatir kapan bahagia, satu detik ke depan, pasrahkan saja pada tuhan ya… πŸ™‚

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:49:58

      setuju, tapi apa ndak sebaiknya pasrahnya habis berusaha mas? maksudnya kan kita punya rencana hidup A misalnya, trus berusaha, pasrah, trus ada kuatir(sedikit aja jgn banyak2), trus bikin rencana B, begitu? atau gimana?

      Reply

  18. buwel
    Mar 18, 2010 @ 21:13:35

    Ehm, pengalaman jalan2pun menghasilkan renungan yang luar biasa ya mbak, memang pengalaman mengajarkan ilmu meski tanpa ada madrasahnya… heheh

    Reply

  19. Asop
    Mar 18, 2010 @ 22:58:45

    Wah, ilmu dan pengalaman bisa didapat dari rakyat kecil… πŸ™‚

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 05:52:28

      πŸ˜€ iya, mungkin karena kalau orang kaya yang ngomong “kita harus bersyukur”, saya bisa mikir “ya iyalah anda kan kaya, apa2 bisa, pasti bersyukur”

      Reply

  20. muhammad zakariah
    Mar 18, 2010 @ 23:53:14

    betul bgt.. jangan nyerah menjemput rezeki. hidup, mati, jodoh, dll udah ditetapkan yg diatas.. yg penting berusaha aja.. ikhtiar dan tawakal..
    ternyata pelajaran bisa didapat dimana saja yah.. asal kita mau berpikir dan mengambil hikmah dibalik itu. mending hilangkan rasa khawatir dan ketidak kenangan lainnya.. krn bahagia itu adannya apabila suasana hati tenang dan tentram.. intinnya mensyukuri lah.. πŸ˜€

    Reply

  21. jamescmmg
    Mar 19, 2010 @ 00:54:32

    Pelajaran yang amat berharga dari orang yang tidak begitu mengenyam bangku sekolah tapi sarat pengalaman..
    Jangan sekalipun kita meremehkan orang dari penampilannya karena mungkin dia lebih baik dan lebih mulia dihadapan ALLAH.

    Reply

  22. nakjaDimande
    Mar 19, 2010 @ 10:11:12

    perjalanan ibu itu menjual keset adalah le grand voyage
    perjalanan agung, Wi..

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 18:56:11

      seperti yang bundo pernah tulis ya, iya bun semoga ibrohnya selalu jd air hujan, menjernihkan, menyegarkan, membuka ‘hidup’….*sorak sorai dijenguk bundo*..makasih ya bun πŸ˜€

      Reply

  23. achoey
    Mar 19, 2010 @ 10:28:31

    dahsyat

    judul postingan kita hampir sama
    aku baru posting tentang bahagia juga barusan πŸ˜€

    Reply

  24. darahbiroe
    Mar 19, 2010 @ 10:30:44

    hmmm hampir smua orang yaw punya ketakutan akan masa depan gimana termasuk saya yang belumbkerja ini hikkz

    blogwalking berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    maksih
    πŸ˜€

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 18:58:13

      Insyaallah, semoga Allah melimpahi rezeki dari berbagai tempat..Salam semangat mas DB! selamat bekerja v^_^

      Reply

  25. BlogCamp
    Mar 19, 2010 @ 10:37:20

    Selamat pagi non
    Semoga anda hari ini lebih baik dari kemarin
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat.

    Selain itu dalam rangka memperingati Hari Kartini , managemen BlogCamp Group dengan bangga mengundang sahabat untuk mengikuti acara Ladies Program β€œ Krida Wanodya” dengan tali asih yang menarik dan bermanfaat. Silahkan bergabung di : http://abdulcholik.com/2010/03/16/ladies-program-krida-wanodya/

    Terima kasih, ditunggu partisipasi anda
    Salam hangat dari Surabaya

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 18:59:48

      *terharu*…Pakde rawuh toh, silahkan, terimakasih sudah mampir ya. Acara Pakde aku pasti ikut.
      Salam takzim selalu pak de..

      Reply

  26. Sugeng
    Mar 19, 2010 @ 11:04:35

    kunjungan pada sahabat di tengah hari tanpa perasaan kuatir karena kuyakin dengan berkunjung disini hatiku menjadi bahagia
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan

    Reply

  27. iiN
    Mar 19, 2010 @ 12:28:27

    wwwwwwwwih… jd terinspirasi nih.. *malu ah kalo yg masih muda pada males… πŸ™‚

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 19:03:06

      wah..iin jg menginspirasi, mungkin jiwa2 memang harus selalu muda, biar selalu semangat, selalu positif…salam semangatttttttt *tereak ala benteng takeshi* πŸ˜€

      Reply

  28. elmoudy
    Mar 19, 2010 @ 15:03:32

    saya juga suka ngobrol2 ama pedagang yang sudah berumur.. apalagi kalau pas ke pasar.. suka banget ngbrol sambil bercanda ama mereka..

    terasa lebih nyaman n tenteram aja… bahagia yaaa

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 19:04:09

      iya, ‘mandang ke bawah’ menyejukkan, ‘mandang ke atas’ menyemangati ya mas….salam bahagia mas el..

      Reply

  29. idana
    Mar 19, 2010 @ 15:09:12

    keknya ini kunjungan pertama deh

    salam kenal dulu yaaa πŸ™‚

    Reply

  30. mahesapandu
    Mar 19, 2010 @ 15:38:03

    Itu luar biasanya pandangan orang yang sederhana memandang hidup, bisa jadi referensi kita..

    Salam Kenal. Kpn2 mampir ya ke blogqu…

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 19:06:10

      πŸ™‚ iya, penting, asal bagian berusaha-nya gak sederhana ya mas
      terimakasih undangannya, saya akan mampir…

      Reply

  31. fai_cong
    Mar 19, 2010 @ 15:47:18

    banyak pelajaran yang kita ambil dari ibu.
    buk, saya beli 5.
    hehe…
    salaut sama ibu itu, walaupun tidak sekolah. dia tau akan nasib dan hal itu. dari saya dapat mengambil pelajaran:
    -orangnya selalu merendah
    -pekerja keras
    -mengambil rizqinya dari jalan halal
    -kesabaran so pasti.
    -ramah terhadapa orang lain
    masih banyak pelajaran yang kita ambil sebenarnya.
    πŸ˜€

    Reply

  32. cempaka
    Mar 19, 2010 @ 16:47:28

    Judulx ituloh yg bikin *glek* haha* gaje bgt

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 19:10:38

      wkwkwk gaje maksudnya gak jelas ya cempaka, gini..gini..ini sebenernya pelajaran buatku, aku kadang khawatir sama sesuatu, padahal harusnya sesuatu itu baik, sesuatu itu membahagiakan, iya…bener..khawatir jadi bahagia..gak banget ya?tapi gitu loh, gak bisa mikir positif, kyk si ibu2 tua yg ketemu tempo hari itu πŸ™‚

      Reply

  33. Usup Supriyadi
    Mar 19, 2010 @ 17:15:37

    top markotop

    aku juga sering sekali bertegur sapa, dengan para pedagang yang sudah agak tua. semangat mereka, filosofi hidup mereka, semua sangat memberikan efek positif padaku….

    INSPIRATIF, thank’s πŸ˜‰

    Reply

    • wigati10
      Mar 19, 2010 @ 19:12:56

      iyah, si ibu emang t.o.p b.g.t πŸ˜€
      itu lah mas, saya harus lebih peka nih, pelajaran hidup itu ada dimana2 ternyata, jgn ketipu sama status dan tampilan orang lain…
      sama2 thanks πŸ˜€

      Reply

  34. Stova
    Mar 19, 2010 @ 19:38:47

    ga ada yg tau memang tempat rejeki dimana..

    blogwalking. πŸ™‚

    Reply

  35. dian
    Mar 19, 2010 @ 20:46:59

    glug… semoga rejeki si ibu berlimpah ya
    dan semoga kita diberi cipratan pemikiran sederhana yang keren seperti itu

    Reply

  36. Oyen
    Mar 28, 2010 @ 17:15:46

    Oyen jadi pengen jadi ibu-ibu…hiks…huwaaaa… :((

    Reply

    • wigati10
      Mar 28, 2010 @ 19:13:38

      *pake TOA* Pengumuman : Calon Bapak2 sekalian, mohon diperhatikan dengan sangat…ada Calon Ibu-ibu berkualitas tinggi nih, mohon belajar dengan serius agar bisa mengimbangi kualitas Oyen…Serius ini!

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: