Jelaga

Jarak saya dengan seorang ibu2 di antrian ini hanya satu lengan, akibatnya apa-apa yang dia bicarakan di handphone nya jelas terdengar oleh saya.
“Terlalu memang orang itu!. Macam kompor aja dekat dia!. Omongannya selalu bikin panas orang lain!” sepotong kalimat dari si Ibu mampir di telinga saya lengkap dengan intonasi amarah.
Saya berusaha mengalihkan pikiran, tidak nyaman rasanya mendengarkan pembicaraan orang lain.
Saya jadi membayangkan kompor, si padanan tadi. Kompor berfungsi membantu mengolah makanan jadi asupan bergizi buat fisik.
Lalu apa ya jadinya jika pikiran jadi kompor? mengolah kata-kata jadi asupan untuk hati?
 
   
 
…Ya, yang jelas, kata-kata tidak baik sepertinya akan menjelma menjadi jelaga, meninggalkan noda tidak diinginkan yang susah dibersihkan…

Advertisements

68 Comments (+add yours?)

  1. nakjaDimande
    Apr 16, 2010 @ 22:42:18

    hehhe, kasiannya si kompor versi ibu tu ya Wi ๐Ÿ™‚
    wong yang panas hatinya sendiri kok nyalahin kompor siyh bu?

    Seisi alam semesta ini dihadiahkan Allah untuk memudahkan manusia. Segala hal bisa jadi buruk atau baik tergantung persepsi kita. gitu ya wi..

    selamat malam Wi sayang ๐Ÿ™‚

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:00:25

      iya Bunnnn…^_^, ah aku selalu adem baca komen Bundo..
      *reply dari anak yang sdh 3 hari ndak ketemu bundo tersayangnya*

      Reply

  2. didot
    Apr 16, 2010 @ 22:59:07

    memang ada istilah “dikomporin” buat manas2in orang tertentu ๐Ÿ˜›

    mudah2an hasilnya gak jadi jelaga ya mbak wiwi?? :mrgreen:

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:02:28

      ๐Ÿ˜€ hehe, kalo buat ‘ngompor’in yg bagus2 harus terus ‘panas’ dong mas, siram ‘bensin’ semangat, pakai ‘angin’ ikhlas sekalian..*wew..reply yg penuh kiasan*

      Reply

      • didot
        Apr 19, 2010 @ 10:41:47

        kalau mbak wiwi insya Allah hatinya udah dibersihin dari jelaga,mungkin karena udah pakai kompor listrik dan teflon ya?? ๐Ÿ˜›

    • nakjaDimande
      Apr 19, 2010 @ 18:39:14

      Bundo habis ngintip Wi dan Didot yang kopdar di Ragunan.. seruuu..! kapan-kapan kopdar di Bukittinggi yaa, hihi.

      Reply

      • wigati
        Apr 19, 2010 @ 19:37:53

        @mas didot : gara2 mas didot udah jd tukang reparasi hati lwt blog nya tuh, aku jd malu kalo gak rajin2 bersihin si ‘jelaga hati:D
        @bundo : aduh bun, wektu itu adegannya kyk sinetron2 deh, aku pergi mas didot datang, zoom aku, zoom mas didot, aku naek angkot mas didot foto2, zoom..at the zoo ๐Ÿ˜€ heheheh

      • didot
        Apr 20, 2010 @ 00:40:20

        @nakjadimande : bundo yg cantik ke jakarta gak mau ya?? nanti aku traktir kacang deh sama kuaci ๐Ÿ˜€
        walaupun itu bukan alasan sebenarnya sih,yg benar adalah di jakarta lebih banyak narablognya bundo hehehe *hap… nangkap bakiak yg dilempar bundo

        @wigati : mbak wiwi bukan hanya cantik,tapi juga lembut hatinya,suaminya sungguh beruntung punya istri seperti mbak wiwi ๐Ÿ™‚

  3. Cahya
    Apr 16, 2010 @ 23:37:52

    Sepertinya kompor sekarang sudah tidak meninggalkan jelaga lagi ๐Ÿ™‚

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:05:12

      di punggung wajanku masih ada loh mas…dikit sih gak sampai semuanya apalagi ke dinding apalagi ke muka yg masak ๐Ÿ˜€

      Reply

  4. yanrmhd
    Apr 17, 2010 @ 09:06:28

    “kata-kata tidak baik sepertinya akan menjelma menjadi jelaga”,,setuju sekali…
    jadi yuk lembutkan perkataan biar gak jadi jelaga bwt hati,, :mrgreen:

    Reply

  5. Asop
    Apr 17, 2010 @ 12:29:54

    Wah, kalo saya malah seneng nguping kayak gitu…. ๐Ÿ˜†

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:08:09

      hehehe, kalo nguping yg happy ato update berita2 sih asik juga mas, kalo nguping marah/sedih gak mau ah..nt nular…:D

      Reply

  6. AeArc
    Apr 17, 2010 @ 15:28:01

    tetep semangat gan.. maap ga bisa baca semua post nya coz mata lagi sakit, apalagi font nya kecil banget.. sori

    Reply

  7. abrus
    Apr 17, 2010 @ 21:27:18

    Kompor alat yg berbahaya kalo sampai ada ditengah orang yg sudah ‘panas … Kalo sudah ‘di-kompor2in … berhasil … bahaya deh!

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:10:54

      iya mas, mending di tepi aja naruhnya, kalo di tengah bahaya, bisa keinjek *emangny mo latihan debus? :D*

      Reply

  8. oby
    Apr 17, 2010 @ 21:35:21

    waah mbak wigati hebat yah
    bisa mengangkat postingan yg ada di sekitar kita
    ehehehhe ^_^

    jelaga,,,,, oby kira td telaga
    hahaha

    Reply

  9. zipoer7
    Apr 17, 2010 @ 22:58:36

    Salam Takzim
    KAlau kompor tungku yang dipakai baranya setinggi tungku tetap saja akan mendinginkan suasana mbok dan bapak ko
    Salam Takzim Batavusqu

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:14:58

      maksudnya melihat tungku bisa membuat suasana bernuansa sederhana ya mas..sederhana yang sejuk
      salam ๐Ÿ™‚

      Reply

  10. tyan's
    Apr 18, 2010 @ 01:29:35

    melihat itu jadi ingat kmpung halaman..
    kompornya seperti yang di pakai di kampung-kampung…,

    Reply

  11. mahesapandu
    Apr 18, 2010 @ 08:26:35

    kadang-kadang perlu menutup telinga sehingga ruang hati dan pikiran kita tidak ikut berjelaga karena masalah orang lain.
    Kadang-kadang….

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:17:44

      setuju mas, harus kadang-kadang..seringnya justru harus mendengarkan masalah agar orang lain terbantu ya..

      Reply

  12. Masdin
    Apr 18, 2010 @ 09:26:29

    Makanya jangan suka nguping di tempat umum mbak… wahahaha.

    Reply

  13. shaleh
    Apr 18, 2010 @ 17:27:07

    Wahh, ditempat saya masih banyak kompornya, malah ada yg masih gunakan kayu bakar berarti akan banyak jelaga nie … hehe_

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:23:08

      ๐Ÿ˜€ jadi ingat di rumah mbah putri saya di desa, masih pakai kayu bakar sampai sekarang, kalau sudah hitam sekali dinding kan akan dikapur, itu biasanya para cucu akan cepat2 nempel segala macam bentuk favorit, nanti kalau dinding sudah hitam kena jelaga lagi, gambar2 itu akan dicopot, seru, bikin wallpaper sendiri heheh

      Reply

  14. orange float
    Apr 18, 2010 @ 18:43:25

    pasti posisi mbak pada waktu itu sangat tidak nyaman

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:25:15

      hehe iya mbak, tapi setelah mikir kompor malah jd ingat sama selipan ide&janji2 yg kecil2…mungkin karena pikirannya jd fokus ya.. ๐Ÿ™‚

      Reply

  15. Ruang Hati Blog
    Apr 18, 2010 @ 22:22:25

    ada yg bilang masak pake kayu pengaruh di rasa, lebih enak katanya

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:28:30

      ah iya itu, beberapa juru masak bilang gitu… apa kita perlu wisata kuliner untuk membuktikan? ๐Ÿ˜€

      Reply

  16. nurhayadi
    Apr 19, 2010 @ 06:06:32

    Pake kompor gas aja agar gak berjelaga, tapi hati-hati bisa meledak.

    Reply

  17. Trackback: Olahraga di Ragunan « Batavusqu
  18. muamdisini
    Apr 19, 2010 @ 08:20:27

    datang ingin meminta maaf…semoga ketidakhadiran saya selama ini tidak meninggalkan jejak seperti jelaga…

    Reply

  19. Tanti
    Apr 19, 2010 @ 09:40:37

    Hihiiii… kompor emang selalu jadi sasaran orang yang lagi esmosi ya..

    Reply

    • wigati10
      Apr 19, 2010 @ 10:34:52

      he eh mbak, padahal dari kompor itulah lahir kue2 mbak yanti yang ….arghhh….*ngeces*..aduh mbak, bayangin blog mbak aja bikin aku laper ngemil….*tolongggg* hehehhe

      Reply

  20. Bee'J
    Apr 19, 2010 @ 10:04:00

    moga aja biar kepalanya kompor, tapi hatinya tetep dingin.. ๐Ÿ™‚

    Reply

  21. Rindu
    Apr 19, 2010 @ 14:17:17

    apa yang ada dihati itu yang akan keluar, kalo kebiasaan marah yah emang jiwanya panas .. pasti kurang dzikir kali yah.

    Reply

    • wigati
      Apr 19, 2010 @ 20:48:18

      ๐Ÿ™‚ bisa juga sih ya jeng…berarti hrs punya kebiasaan baru ya, begitu mau marah, istighfar, ingat cari solusinya aja, gak usah pakai marah biar hemat energi, hemat ponten amal.. hehe

      Reply

  22. Usup Supriyadi
    Apr 19, 2010 @ 14:19:15

    saya juga merasa tidak nyaman, dan kadang saya akan mematikan hp saya jika sedang dikendaraan umum macam angkot soalnya saya sendiri agak kurang nyaman, ya takutnya ada yang tidak nyaman akibat yang saya lakukan . :mrgreen:

    well, jelaga itu yang hitam gitu ya? kalau disini disebutnya mehong . ^^v

    jaga kata-kata ah .

    Reply

    • wigati
      Apr 19, 2010 @ 20:54:34

      heheh, kalaupun diangkat ngobrolnya jadi aneh ya mas, singkat2 serasa sms :D…ah nt2 saya gak akan telp mas usup hehe…mehong? bahasa apa ya mas?..

      Reply

  23. Nur Ali Muchtar
    Apr 19, 2010 @ 14:39:40

    yuph, kalo begitu, dengarkan yang baik-baik saja. hehe

    Reply

  24. soewoeng
    Apr 19, 2010 @ 17:26:36

    sudah saatnya mengati kompor yang berjelaga dengan kompor gas hehehehe

    Reply

  25. koplak
    Apr 19, 2010 @ 17:27:39

    wah perumpamaan yang bagus

    Reply

  26. d.e.q
    Apr 19, 2010 @ 18:49:19

    Uhooooโ€• Judulnya Jelaga? Artinya apa? Lama ga berkunjung ke blog satu kabupaten, hehe ๐Ÿ˜€

    Reply

  27. Danu Akbar
    Apr 19, 2010 @ 21:15:55

    mulutmu harimaumu ๐Ÿ˜€

    Reply

  28. hanyanulis
    Apr 19, 2010 @ 21:25:14

    orang yang bermulut “kompor” sengaja diciptakan Allah untuk mneguji seberapa besar nilai kesabaran kita ๐Ÿ™‚

    Reply

  29. sunarnosahlan
    Apr 19, 2010 @ 22:31:13

    ibuku masih pilih pakai tungku kayu, karena kayunya tak usah beli tinggal ngambil di kebun, kalau kompor harus beli minyak atau gas

    Reply

  30. doelsoehono
    Apr 20, 2010 @ 02:40:06

    Assalamualaikum . perumpamaan yang sangat menarik dari kata Kompor semua ingin koment …kerent .

    Innaloha wa ashobirin …

    Reply

  31. Didienยฎ
    Apr 20, 2010 @ 11:30:24

    iya..seharunya org itu dapat mengendalikan amarahnya…bukan malah menambah dosa…. *prihatin*
    kunjungan silaturrahmi..maaf baru sempat berkunjung karena kesibukan yg menghimpit saya akhirยฒ ini…

    salam, ^_^

    Reply

  32. syaiful
    Apr 20, 2010 @ 18:45:19

    Assalamualaikum. Wr. Wbr.

    suasananya mengingatkan saya dikampung, tepatnya di Ciamis Jawa Barat. kebetulan keluarga kami masih menggunakan tungku kayu bakar. salam kenal. bagus kalau bisa dipertahankan suasana ini. jangan mudah berpinda kelain hati. hahaha tidak jambung. salam kenal saja

    Reply

  33. Bang Dje
    Apr 21, 2010 @ 17:11:12

    ๐Ÿ˜€ kompor = panas = masak = jelaga

    Reply

  34. Plesiran
    Apr 23, 2010 @ 13:24:40

    Kalau disana pake kompor ya kita pake kulkas, jangan pake bensin, entar neledak semuanya. Bukan hanya timbul jelaga tetapi bara.
    Salam hangat dari Plesiran-media untuk mempromosikan wisata daerah anda secara gratis. Bahkan artikel yang dimuat akan mendapatkan tali asih berupa sebuah buku pilihan anda.

    Reply

  35. Mas Ben
    Apr 24, 2010 @ 11:37:24

    Cara efektif untuk membersihkan jelaga dari hati yang kesal, ya ikhlaskan diri menjadi pemaaf ๐Ÿ™‚

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

    Reply

  36. Goda-Gado
    Apr 25, 2010 @ 10:34:15

    Jelaga itu apa sih???

    Reply

  37. yoriyuliandra
    Apr 26, 2010 @ 13:10:06

    Mungkin karena itu ya kita diperintahkan untuk tidak mendengarkan perkataan-perkataan kotor atau yang tidak berguna

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: