Telinga jendela hati

Di sekeliling kami orang saling bicara, kelihatannya orang-orang ini serupa, yang mendengarkan sabar berkomentar, sedang yang didengarkan makin semangat bercerita. Tapi tidak dengan kami, dia masih enggan, malu bercerita, sayapun tidak bisa memaksanya. Iseng-iseng saya tulis di kertas, ‘telinga jendela hati’.
 
Dia = “Mata (jendela hati)..mungkin, maksud mbak” katanya setelah melongok tulisan saya.
“‘Kayaknya semua yang bisa kerasa indera bisa dimasukin hati deh Dek” saya menjawab serampangan.
Dia = “Hmm..gitu ya, makanya pilih2 ya yg mau dilihat, didengar, dicium, dimakan, diomongkan?”
Saya mengingat-ingat posting2 cerdas di blog2 tetangga yang pernah saya baca, mengutip AlQuran-Hadits, mengutip orang bijak, buku bermakna untuk menjawabnya..tapi yang ada saya cuman menggangguk mengira-ngira masalah apa yang dipikirkan di balik wajah keruhnya itu.
Dia = “Iya..sama kayak ceritaku..jadi gini loh mbak, buatku kan pantang ya menunjukkan kesusahanku sama orang lain, karena gak ada baiknya, padahal..”
ceritanya terus mengalir, dan seperti janjinya, dia tidak menunjukkan kesedihannya, saya mendengarkan.
Di satu waktu wajahnya berubah bening. Senyumnya mengembang. “Mbak bener, mendengarkan itu kadang dengan hati, bukan hanya kuping”.
Saya yang terpesona dengan kesimpulan yang jadi solusi masalahnya jadi sadar = “Kamu yang bener, saya nggak bilang apa2”.
Mungkin memang iya, seringnya kita bermasalah dengan orang lain adalah kita kurang saling mendengarkan dengan hati.
 
 

Advertisements

32 Comments (+add yours?)

  1. didot
    Jun 28, 2010 @ 12:52:50

    betul,semua indra kita bisa jadi jendela masuknya untuk ke hati.

    melihat dengan hati,mendengar dengan hati,bicara dengan hati…

    indahnya punya hati πŸ™‚

    Reply

    • wigati
      Jun 30, 2010 @ 17:38:23

      yang comment pakai hati memang jadi gampang dicerna :),
      benar ya mas, indera jalur masuk ke hati…berarti gak sia2 aku rajin BW ke blog tetangga yah, mengendap di alam bawah sadar tuh quote πŸ˜€

      Reply

  2. fai_cong
    Jun 28, 2010 @ 20:39:01

    menul menul menul…..

    maaf baru bisa berkunjung.

    jika kita mendengarkan dengan hati, mungkin yang lain juga akan ikut mendengarkan.
    coz, hati kan raja, masak raja mendengarkan omongan, prajurit ngobrol sendiri.
    tuh namanya prajuritnya bandel.
    atau mungkin ngambek ya???/
    qeqeqeqe….

    Reply

    • wigati
      Jun 30, 2010 @ 17:43:01

      *ipil mode on fai :), makasih kunjungannya
      iya fai raja gak selalu bisa jagain prajurit makanya ada panglimanya kan, mungkin akal bisa dipilih tuh. Kalau prajurit macem2, langsung kasih SP heheh…

      Reply

  3. yanrmhd
    Jun 28, 2010 @ 21:41:48

    maka jaga kemurniannya, kesehatannya, agar bisa mendengar yang terlembut sekalipun… πŸ™‚

    Reply

  4. Agus Prist
    Jun 29, 2010 @ 03:07:08

    Bila kita hanya mendengar, apa yang kita terima itu hanya sampai di pikiran dan kesimpulan yang keluar berdasarkan pertimbangan diri sendiri. β€œSegala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.” Tetapi bila kita mendengarkan dengan hati, apa yang kita terima itu akan teruji oleh kebenaran. Tanpa memiliki hati yang mendengar, kita akan kehilangan tuntutan dalam hidup kita. Kita tidak akan pernah tahu apa yang telah Tuhan rencanakan dalam kehidupan kita. Akibatnya hidup kita kan terus-terusan berputar-putar di padang gurun kesulitan dan mati pun di sana. “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman”

    Reply

    • wigati
      Jun 30, 2010 @ 17:49:43

      iya, makanya kita harus rajin merawat hati ya mas, karena dialah bekal dariNya untuk ingat ‘kemanusiaan’ kita…pakai rumus ‘tombo ati’ itu mungkin yang paling mudah ya…

      Reply

  5. Si "eN"
    Jun 29, 2010 @ 13:07:55

    Buka mata, buka telinga, buka hati…

    Reply

  6. Cahya
    Jun 29, 2010 @ 17:26:48

    Tapi bukannya sering diingatkan agar kita tidak mempercayai apa yang kita dengar begitu saja? Hati kita pun belum tentu benar, karena kadang manusia bisa salah melihat ego yang berkamuflase menjadi kebaikan hati πŸ™‚

    Reply

    • wigati
      Jun 30, 2010 @ 19:54:51

      nampaknya baik padahal gak gitu, gitu ya mas? hmm..mungkin perlu dikasih ruang saja biar bener2 jadi baik mas, soalnya dari asalnya Maha Pencipta ngasih kita hati nurani yang bersih dan baik kan..

      Reply

  7. nh18
    Jun 29, 2010 @ 21:42:26

    Hmmm …
    Menyimak … (bukan … mendengar)
    Listening Skill … (bukan … Talking Skill)
    Kepekaan … (bukan … ke-pekak-an)

    Dan Tiga hal itu memerlukan tiga alat …
    Yaitu … Telinga – Otak – Hati …

    Salam saya Wig …

    Reply

  8. Oyen udah kurus
    Jul 01, 2010 @ 08:12:08

    Ahh..hatiku hanya untukmu Mbak Wig πŸ˜€

    mata hati memang istimewa, yang akan terpancar ketika cahaya keimanan ada disana πŸ˜€

    apa kabar mbaku yang mangkin cantik ajah πŸ˜€

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:18:17

      Oyennnnn…sang panda keren kesayangan semua orang πŸ˜€
      setuju, istimewa itu terpancar dari ‘dalam’ gak mempan cuma polesan fisik saja…
      alhamdulillah, oyen ku yang udah kurus :D, Allah masih sayang..

      Reply

  9. hmcahyo
    Jul 01, 2010 @ 11:40:29

    jadi ingat buku The Art Of Listening

    kebanyakan kita ingin mendengarkan apa yang ingin kita dengarkan

    nyambung enggak mbak? πŸ˜€

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:20:37

      eh iya ya…benar itu mas, berarti yang perlu diarahkan itu keinginannya ya, harus tetap di frekuensi yang baik2 yang membangun, biar jadi energi positif..

      Reply

  10. fitrimelinda
    Jul 01, 2010 @ 17:56:12

    hmmm..makanya telinga diciptakan dua ya mbak..

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:23:35

      :), iya, jadi ngerasa betul Allah itu Maha Cermat, Maha Adil ya..
      kebayang kalau mulut kita yang dua :D..puyeng kali ya Fit heheh

      Reply

  11. Sugeng
    Jul 02, 2010 @ 05:53:49

    lebih sering mendengar jeritan hati orang susah, hati bisa ikut merasakan empati. setujuh aku mbak …… πŸ˜†
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:26:58

      iya mas, harus ganti2 gitu, biar hidup, tempo2 lihat yang susah biar ‘mata’&hati lembut, tempo2 lihat yang senang&maju biar pikiran&hati jadi semangat lebih baik…:D
      jabat2 sambil celingukan cari oleh2 dari tabanan

      Reply

  12. orange float
    Jul 02, 2010 @ 11:31:40

    apa yang dilihat, didengar dan dirasakan disaring oleh hati. apakah hati menerimanya

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:30:10

      he eh, itu dia mbak, aku catet ini biar gak sering2 lihat, dengar, rasakan yang gak baik, biar gak ngotor2in bekal nurani yang bersih yang dikasih Allah.. aku bener kan mbak? πŸ™‚

      Reply

  13. Goda-Gado
    Jul 02, 2010 @ 17:12:49

    sebenarnya ada dua jalur arah indera manusia

    ke otak atau hati…
    otak berisi logika
    hati berisi perasaan

    tinggal pilih yg mana…..

    Reply

  14. endra
    Jul 06, 2010 @ 00:25:00

    Mendengar dengan hati memang terasa sulit….
    masalahnya kebanyakan bila telinga mendengar jarang sekali bisa masuk ke dalam hati…..
    tapi terkadang hati sangat peka bila tlinga mendengar suara yang mampu menyakiti….

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:37:22

      :)… mungkin memang gak semua hal perlu dimasukkan dalam hati mas, hanya buat yang bisa membuat kita lebih baik. pasti susah sih ya sakit di awal..tapi gpp lah asal kita jadi maju
      salam saya mas endra ^_^

      Reply

  15. Mbah Jiwo
    Jul 06, 2010 @ 11:25:29

    mendengar ya mendengar…semuanya pengen di dengar dan jarang yg mau mendengar…

    Reply

    • wigati10
      Jul 06, 2010 @ 11:40:08

      ayo mbah…kita jangan jadi orang biasa..kita adalah orang2 keren yang mau mendengar πŸ˜€
      *mbah ganteng banget sih, mirip temennya capcay itu hehehe

      Reply

  16. bundadontworry
    Jul 06, 2010 @ 11:56:14

    bunda menulis komen disini juga dgn hati ,Mbak Wi πŸ™‚
    salam

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: