Ayah Rumah Tangga

   Arena bermain semacam timezone, fun world, amazone itu kan tempat orang-orang main game yang tidak bisa dimainkan di rumah dan juga tempat kita bisa pura-pura jadi orang lain. Coba, dengan membayar Rp 1500 saja kita sudah bisa jadi Schumacher, Rossi, Navy Seal, joki kuda dll selama beberapa menit kan :). Gak heran kalau kebanyakan yang main adalah anak-anak sekolah.
   Jadi waktu saya lihat bapak paruh baya sedang memandangi papan skor game shooting bola basket, saya jadi penasaran.
Saya = “Putranya ya pak?” tanya saya sambil memperhatikan binar di wajah sang Ayah yang menenteng handuk kecil+aqua, mungkin punya anak laki-laki yang sedang shooting bola di depannya itu, pikir saya.
Ayah = “Iya mbak, ini anak kedua saya, kakaknya perempuan” wajahnya makin berbinar saat menyebut anak-anaknya
Saya = “Putranya atlit ya pak?”, saya ikut memperhatikan si anak yang tinggi besar
Sang Ayah senyum = “Dia masih kelas 2 SMA mbak. Memang kepengennya jadi atlit, tapi gak tau lah, saya gak punya uang kalau harus masukkan dia ke klub. Saya siapkan buat kuliah saja sudah banting tulang ini. Jadi ya gini..apa ajalah yang mirip-mirip latihan”
Saya ikut-ikutan tersenyum.
Sang Ayah melanjutkan = “Saya memang nyantai sih mbak ngedidik anak. Saya bebaskan kegiatannya asal kegiatan yang berguna. Tapi jangan dikira saya gak kuatir sama pergaulan, sama pengaruh narkoba, sama free sex..jaman sekarang..duhh.. Makanya sebisa mungkin saya dukung dia..”
Tiba-tiba si anak yang asyik shooting bola balik badan = “Pa, jemput mama loh”
Ayah = “Iya..masih 15 menit lagi”
Anak = “Mantel nya di jok”
Ayah = “Iya”
Anak = “Nanti kena macet”
Sang Ayah terkekeh = “Iya iya..Ok deh bos..”. Lalu bicara pada saya “Dia lebih bos dari mama nya sekarang mbak”. Si anak tersipu malu melihat saya memperhatikan mereka.

    Hmm..Saya jadi membayangkan seperti apa mereka di rumahnya.

Mungkin arti rumah sesungguhnya adalah tempat dimana anda bisa jadi diri sendiri di sekeliling orang-orang yang menerima dan menyayangi anda dengan tulus.
Maka salut saya untuk ayah-ayah pemimpin keluarga, pengendali rumah :).

Advertisements

6 Comments (+add yours?)

  1. Cahya
    Dec 20, 2011 @ 21:23:25

    Papa rumah tangga :D.

    Reply

  2. monda
    Dec 21, 2011 @ 05:25:34

    keliatan hubungan akrab di antara mereka ya, segede gitu sang anak nggak malu ditunggu bapaknya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: