Anak Panda dan Ayahnya

panda&pa
    Seekor Anak Panda yang sedang kesal duduk di tepi sungai. Tadi dia dihukum ayahnya karena bolos belajar membaca. Ughh rasanya sejak pindah ke hutan baru ini, ayahnya semakin cerewet saja. Anak Panda diharuskan belajar membaca, padahal dia paling tidak suka belajar, huruf-huruf itu aneh dan mirip bentuknya, lagipula buat apa dia belajar membaca, itu kan pekerjaan manusia.
    Anak Panda melihat sekelilingnya, banyak binatang di hutan ini bilang dia tak kenal takut, jadi bangga mendengarnya, karena itu tandanya dia sama dengan idolanya, Ayah Singa. Ayah Singa selalu berburu dan menemukan mangsa, beda dengan ayahnya, Ayah Panda, yg cuma duduk di bambu, mengunyah bambu pelan-pelan. Anak Panda menghela nafas, ayahnya memang sama sekali tidak jantan dan kuno. Andai dia bukan Anak Panda.
    Tiba-tiba dari jauh dilihatnya ayahnya datang, membawa daun bambu muda, tapi jalannya terpincang-pincang. Anak Panda buru-buru menyambut ayahnya.  
Anak Panda = “Kenapa kaki ayah?”
Ayah = “Tidak apa”
Anak Panda = “..ehhh…berdarah loh yah”
Ayah = “Tidak apa. Ini makan daun bambumu”
Anak Panda makan daun bambunya pelan-pelan, tapi matanya terus memperhatikan kaki ayahnya yang berdarah-darah meski sudah dibebat.
Ayah Panda tersenyum = “Tadi ayah membantu Ibu Kuda, kepalanya luka tersangkut pagar hutan waktu mengejar anaknya yang menerobos pagar. Ayah tidak hati-hati, jadi malah kaki ayah yang ikut tersangkut”
Anak Panda mengingat bukan kali ini saja ayahnya menolong hewan-hewan lain, sudah seringkali.
Ayah Panda = “Itu makanya, ayah mengajarkan huruf manusia, biar kamu bisa membaca tanda-tanda di hutan lindung ini nak. Mana ‘Batas Hutan Lindung, dilarang berburu’, ‘Rumah Sakit Hewan’ atau ‘Hati-hati kawat berduri’. Biar kamu tau mana tempat aman dan tidak nak”
Anak Panda menunduk.
Ayah Panda merangkulnya = “Ayah tau, kamu anak yang pemberani, lagipula badan kita besar kan, tenaga kita kuat. Tapi apapun yang berlebihan itu tidak baik, termasuk berani. Karena hewan bodohpun bisa berani…Dan kau tau hewan yang bodoh.. dia tidak hanya membahayakan dirinya, dia juga membahayakan hewan lain”.
Anak Panda mengangguk “Iya ayah”
Ayah Panda mengusap-usap kepala anaknya.
    Sebenarnya sudah beberapa kali ayahnya mengatakan hal-hal itu, tapi baru kali ini Anak Panda berpikir kata-kata ayahnya benar, bahwa setiap hewan punya kekurangan dan kelebihan, serta, berani itu bukan berarti membabi buta tak kenal takut melainkan bertanggung jawab atas yang dilakukannya.
    Dilihatnya bayangannya dan bayangan ayahnya di sungai. Ayahnya bukan hanya bisa melindunginya tapi juga hewan-hewan lain. Baru disadarinya..ah, ayahnya adalah ayah terkeren sedunia.

Advertisements

4 Comments (+add yours?)

  1. Asop
    Dec 27, 2011 @ 13:16:43

    Beruang juga keren. šŸ˜³

    Reply

  2. Cahya
    Dec 27, 2011 @ 16:00:45

    Oh…, mungkin daripada membaca, jangan lupa juga mengenal tanda :).

    Reply

  3. kang nur
    Dec 28, 2011 @ 09:34:03

    terlalu berani dan pengecut itu memang tidak baik…yang baik ya berada di tengah-tengahnya.

    Reply

  4. cosmo florist
    Jan 03, 2012 @ 16:11:37

    tulisan yg bagus. penuh makna d dalamnya.

    salam kenal

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: