Roda

Dulu

“Oh, silahkan, biar OB saja nanti yang antar bu…dengan Rado ya bu”

Saya mengernyit, “Nama OB nya Rado?”, mbak receptionist mengangguk.

Aneh..kok ada orang namanya Rado, ‘Roda kali atau Dora?’ batin saya. Tapi eh..’Wigati.’ juga aneh ding, saya urung protes.

Pak Rado ternyata orang yang ceria dan handy, suka membantu orang. Tidak pernah saya dengar dia mengeluh soal pekerjaan, justru temannya yang bercerita, “Harusnya pak rado itu sudah lama diangkat jadi pegawai tetap seperti kami ini bu, tapi ada yang gak suka sama dia..gesekan gitu”

Sekarang

Pak Rado bukan OB lagi, tapi punya beberapa bisnis, termasuk ‘supply human resource’ untuk kantor lamanya itu.

Di jaman purba, untuk memindahkan benda, manusia mendorong atau mengangkat begitu saja benda-benda itu:  mendorong batu besar, mengangkat hewan. Gaya gesek terjadi antara 2 benda yang bergerak berlawanan arah.

Lalu mereka menemukan roda. Ditambah sumbu, gesekam jadi kecil dan beban berat bisa jauh lebih ringan.

Pak Rado yang memutuskan jadi roda dengan banyak membantu orang lain, menambahkan sumbu dengan sikap berusaha dan ikhlas. Sehingga bukan hanya bebannya yang terangkat, beliau bahkan bisa mendorong orang lain.

Karena roda hidup terus berputar, mari saling memudahkan, narablog 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: