Anak Panda dan Ikan Paus

Anak Panda sedang santai di pohon bambu favoritnya, pohon itu letaknya di tepi sungai. Dari sana Anak Panda bisa melihat daun bambu segar, gemericik air sungai, angin semilir, dan langit biru yang serasi dengan hijau daun, hmmm..Anak Panda serasa ada di surga Panda.
Tiba-tiba ada suara kecipak di bawah, sambil merem melek mengunyah daun bambu pelan-pelan, Anak Panda berpikir “kodok mungkin ya”, tapi makin lama suara kecipak di bawah makin bertambah.
Iseng, Anak Panda melirik. Betapa terkejutnya Anak Panda, dibawah ada beberapa Ikan sedang menggeliat di lumpur tepi sungai. Anak Panda segera meloncat turun, cukup sekali rengkuh saja semua ikan itu ada di dekapannya, lalu buru-buru dia melangkah ke tengah sungai, dengan lembut dilepaskannya ikan-ikan itu, sekarang Anak Panda tersenyum lega. Tapi eh tak disangka-sangka salah satu ikan itu menggigit kakinya, meskipun tidak sakit tapi Anak Panda tak urung terkejut.
“ehhhhh…kenapa kau ini, sudah aku tolong!!” serunya kesal pada si Ikan.
Ikan = “Tolong bagaimana! kami ini Ikan Gurame, tadi kami mau tidur” jawab Ikan itu tak kalah kesal.
Anak Panda bengong tapi lalu bertanya = “Maksudnya??? kalian mau tidur dalam lumpur?”.
“Ya iyalahh” Ikan Gurame melotot.
Anak Panda = “ooo… maaf..maaf ya, aku kira kalian terdampar tadi”
Ikan Gurame bersungut-sungut, tidurnya terganggu.
Anak Panda = “Wah baru kali ini aku dengar ada makhluk bisa bernafas dalam lumpur, buatku kalian ikan terhebat”
Ikan Gurame = “Anak Panda…Anak Panda..kau berarti belum melihat banyak. Di air, hewan terhebat itu Ikan Hiu, semua takut padanya”
Anak Panda tersinggung dibilang tidak tau banyak = “Ehh..asal kalian tau ya, aku kenal banyak hewan disini, aku juga rajin baca buku, aku tau Hiu itu ikan bergigi runcing yang menakutkan, tapi hewan paling hebat itu Gajah Afrika, tingginya saja bisa 4 aku, apalagi besarnya, beratnya…Jerapah yang tertinggi saja kalah tinggi besar, tau?”
Ikan Gurame geleng-geleng kepala. “Ya terserahlah..kami cari tempat tidur dulu” sahutnya sambil berlalu
Anak Panda cemberut, Ikan Gurame yang sudah berenang menjauh menoleh dan berteriak = “Jalan-jalanlah ke zona air Anak Panda, agar kau tau lebih banyak”

Lama, Anak Panda masih duduk di tepi sungai, berpikir, apa benar dia belum tau banyak hal, seberapa banyak yang dia tidak tau, seberapa banyak yang dia tau…dia tidak akan tau kalau tidak mencari tau. Haduh pusing, tapi dia ingin tau, ..apa iya hewan air sehebat itu, bisa lebih hebat dari hewan darat?

Anak Panda menimbang-nimbang, dia pernah mendengar Zona Air, tapi dia tidak tau persis dimana tempatnya, peta hutan yang ada tidak pernah menunjukkan arah kesana, hutan lindung ini memang luas sekali. Anak Panda mengangkat kepala melihat arah matahari, ketika di seberang dilihatnya seekor Yuyu, si kepiting air tawar, sedang merangkak naik dari sungai.
“Yuyu..yuyu..sini” Anak Panda melambai, menyuruh Yuyu menyeberang.
Yuyu menurut. “Ada apa Anak Panda?”.
Anak Panda = “Kau kan pernah bercerita, dulu sebelum ditaruh di sini, kau ada di Zona Air, dimana itu tempat persisnya? aku ingin kesana”
Yuyu = “Ke arah barat kalau dari sini, kau ikut matahari saja”, Yuyu menggerakkan capitnya menceritakan arah, tapi lama-lama memandang Anak Panda curiga = “kau kesana bukan mau cari ikan buat dimakan kan?”
Anak Panda menggeleng kuat-kuat = “aku ini panda…p.a.n.d.a..bukan beruang Yuyuuuuu…aku kesana ingin bertemu Ikan Hiu”
Yuyu acuh tak acuh = “oooo ok ok..kesana jauh loh..kira-kira 2 hari pulang pergi, disanapun cuma bisa sebentar, hati-hati ya Anak Panda”, pesannya sambil menyeberang lagi.

Hari ini Anak Panda bersiap, perjalanan akan panjang, dia sudah minta ijin Ayah Ibu dan yang paling penting membawa 2 botol madu, dia ingin membawa banyak tapi kata Ayah nanti dia bisa susah berjalan.
Saatnya berangkat. Di sepanjang jalan Anak Panda sangat berhati-hati, dia teliti membaca petunjuk jalan dan peta, kalaupun harus bertanya pada hewan, dia tidak bicara banyak, seperlunya saja, dia ingat pesan Ibunya, dia harus cepat pulang setelah menemukan Ikan Hiu.

Benar kata Yuyu, sehari penuh berjalan, baru dia melihat gerbang bertuliskan Zona Air diatasnya. Seharusnya gerbang itu ditutup tapi aneh, hari ini banyak mobil-mobil raksasa diparkir disana, jadi gerbang itu terbuka, banyak penjaga hilir mudik dan suara-suara berisik. Anak Panda segera masuk, celingukan mencari hewan yang bisa diajak bicara, dia menemukan hewan-hewan laut ada di kotak-kotak bening yang tersusun rapi, ada Kepiting, Anak Gurita, Bintang Laut, dan Ikan-Ikan kecil.

Anak Panda menyapa mereka = “Halo”, Ikan-Ikan kecil segera menghilang kebalik terumbu. Anak Panda tertawa = “Aku bukan beruang loh, aku tidak ingin makan kalian, aku cuma mau bertanya tempat Ikan Hiu”
Ikan-Ikan kecil itu berenang ke depan Anak Panda lagi = “Halo kami Ikan Bonito, kami tidak tau lagi dimana Ikan Hiu, tempat ini diatur kembali karena ada anak Ikan Paus yang terdampar yang mau dirawat disini sementara”
Anak Panda berterimakasih, lalu bertanya lagi, kali ini pada Kepiting = “Halo Kepiting, kau tau dimana tempat Ikan Hiu sekarang?, aku sudah jauh-jauh datang kesini untuk melihat dia”
Kepiting= “Maaf Anak Panda aku juga tidak tahu. Ngomong-ngomong kenapa kau begitu ingin bertemu Ikan Hiu?”
Anak Panda = “aku dengar dari Ikan Gurame katanya Ikan Hiu adalah hewan yang paling hebat, aku ingin melihat sendiri saja”
Kepiting tersenyum = “Hebat dalam hal apa?”
Anak Panda menyahut cepat = “Besarnya, jadi dia ditakuti hewan lain, seperti gajah di tempatku”
Kepiting = “Hmmm hiu memang hebat karena dia bertelur juga melahirkan, tapi dia ditakuti bukan karena besarnya. Hewan paling besar di air dan di dunia adalah hewan itu” Kepiting menunjuk kolam raksasa yang ada di seberangnya.
Anak Panda = “Apa? hewan paling besar di dunia? kau yakin? kau belum lihat Gajah Afrika ya?”
Kepiting tertawa = “Kalau kau tidak percaya tanya Ikan-Ikan kecil yang namanya Ikan Bonito tadi, mereka selalu mengikuti Ikan Paus kemanapun dia pergi, mereka pasti bisa membandingkannya Paus dengan hewan lain dalam laut kan… dannn jangan lupa, aku bisa hidup di darat dan di laut loh, tentu saja aku pernah melihat Gajah Afrika”
Anak Panda mendengarkan sambil melangkah ke arah kolam raksasa, dibacanya tulisan yang ada di papan pengenal kolam, diejanya = A N A K..I K A N..P U A S
Anak Panda melongok ke dalam kolam, gelap, tidak ada hewan disitu. Anak Panda berteriak ke arah Kepiting = “mana Ikannya, Kepiting!!???”
Tepat setelah itu, ada suara keras lalu air memancur tinggi sekali, tampiasnya membasahi sekeliling kolam termasuk Anak Panda, Anak Panda mundur kembali ke arah Kepiting, sekali lagi ada suara keras lalu air memancur, kali ini lebih tinggi.
Anak Panda agak takut “itukah Ikan puas, Kepiting?”
Kepiting tertawa mengedipkan sebelah capitnya = “Ikan p a u s…itu tadi air dari hidungnya, dia sedang bersin flu, makanya begitu”
Anak Panda terperangah = “Itu tadi baru bersin nya?”, takut-takut dia melongok lagi ke kolam, penasaran seperti apa hewannya, tapi gelap.
Anak Panda = “Aku tidak mengerti, mana hewannya?”
Kepiting terkekeh = “Kau tidak akan melihat, seluruh kolam ini badannya, makanya semua hewan dipindah agar dia bisa dipindah kekolam yang lebih besar di pojok sana”
Anak Panda ternganga melihat tinggi dan panjang kolam, “sebesar ini tubuhnya, padahal ini baru anaknya, apalagi ayah paus” bisiknya.

Kepiting tersenyum = “Besarnya 2x Gajah Afrika, Ayahnya malah beratnya 10x berat Gajah Afrika….nah Anak Panda itulah Ikan puasmu”, “kau sadar sekarang, jangan cepat puas ya, teruslah belajar seperti ini, agar jangan merasa paling tahu padahal tak tahu”
Anak Panda mengangguk setuju pada Kepiting, dia tidak boleh gampang puas, dan satu lagi kesimpulan, tidak ada hewan yang paling hebat, semua saling melengkapi, seperti Bonito dan Paus

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. monda
    Sep 17, 2012 @ 07:29:59

    baru tau juga gurame bernafas dalam lumpur…
    dan ikan hiu melahirkan anaknya?
    ikan paus melahirkan anak juga kan ?

    Reply

    • wigati10
      Sep 17, 2012 @ 14:12:01

      iya, aku juga baru tau mbak :D. Iya, bener, aku sudah edit post nya, mbak monda bener, ada beberapa ikan yg melahirkan, bedanya ada yg dari telur dierami dulu ada yg memang dari rahim. Makasih confirmnya y mbak *hormat 😀

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: