Uap

Ruangan ini hingar bingar. Dia bicara di telinga saya = “Saya setuju dengan tulisanmu yang bilang kita ini hidup seperti air, orang tua kayak saya ini power nya cuma jadi uap, nunggu kembali ke asal”.
Saya kaget, bukan itu maksud analog saya. Saya masih mencerna kata-katanya waktu dia pamit, saya melambai-lambaikan tangan bukan tanda perpisahan tapi tanda saya tidak setuju dengan kesimpulannya.
Di (QS 67:15) kataNya hidup ini memang tidak susah, tapi mengalir juga harus punya power, masa iya kalau mentok terus menggenang, bisa jadi sumber penyakit sekitar nanti. Power yang dipunya juga kalau bisa ditambah lalu dipakai untuk membantu sesama, agar jadi manfaat.
Ngomong-ngomong soal uap, uap itu powerfull, mesin pertama dari segala mesin, mesin uap kan?
Tapi ya…terserah juga sih, mau jadi uap atau air hujan, air mineral, air laut, mungkin yang penting ujung-ujungnya taat sama Tuhan. 🙂

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. jtxtop
    Jan 03, 2013 @ 18:54:19

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: