Anak Panda dan berani

     
berani
     
Seisi hutan tahu Anak Panda sangat menyukai madu. Para lebah bahkan rela menyisakan sedikit madu yang mereka buat, khusus untuk Anak Panda. Biasanya Anak Panda akan mengumpulkan madu2 tersebut dalam sebuah wadah khusus buatan Ayah Panda, wadah itu sebuah kantung kulit sapi yang didalamnya dilapisi kaca tipis. Melihat Anak Panda sangat menyukainya Ayah Panda lalu membuatkan 3 kantung lagi berminggu-minggu lamanya.
Di musim hujan seperti sekarang Anak Panda akan membawa kantung madu itu kemana-mana, di musim ini para Lebah susah membuat madu, karena pohon-pohon jarang sekali berbunga, bakal bunga sudah ditiup angin atau diluruhkan hujan. Jadi, pikir Anak Panda, kalau dia bermain lalu tiba-tiba menemukan sarang lebah dia bisa cepat-cepat meminta madu.
 
Hari ini Anak Panda sedang bermain sendiri di tepi hutan jati, Anak Panda tahu Lebah sering membuat madu dari bunga jati. Sekarang tunas daun di pohon-pohon jati itu baru mulai keluar dari dahan, setelah sebelumnya meranggas di musim kemarau. Anak panda sedang asyik mengamati perubahan daun dan batang jati ketika tiba-tiba dia melompat kegelian, kakinya serasa menyentuh benda lunak, ihh ternyata seekor ulat kecil yang gemuk. Wah ada banyak, Anak Panda membungkuk, meletakkan wadah madunya di sandaran pohon jati lalu menyusuri Ulat-ulat yang bergeletakan.
“Kenapa kalian berjatuhan begini?” Ulat-ulat itu hanya menggeliat-geliat.
“Kalian aku bawa pulang ya, aku taruh di kebun bambuku biar kalian bisa jadi kupu-kupu” Anak Panda mengumpulkan sebanyak mungkin ulat lalu pulang. Sesampainya di rumah Anak Panda cepat-cepat menunjukkan ulat-ulat itu pada Ibu Panda
“Seharusnya kamu biarkan saja ulat-ulat ini disana, memang begitu cara mereka berubah jadi kupu-kupu”
“Di tanah begitu Bu?”
“iya, kadang bahkan sampai ditimbun daun-daun jati yang berjatuhan”
“ooo…aku kira mereka jatuh, kan biasanya kepompong bergelantungan kalau mau jadi kupu. Ya sudah aku kembalikan mereka ke sana lagi. Ibu tolong simpankan kantungku ya” Anak Panda bercerita sambil meraba pinggangnya hendak menyerahkan kantung madu.
“Eh..eh..kemana? kemana?..” Anak Panda kebingungan kantung itu tidak di tempat biasanya.
Ibu Panda ikut menoleh-noleh mencari kantung madu.
“hmmm aduh” anak panda menepuk jidat, “…aku tinggal disana tadi Bu” lalu berlari ke arah hutan jati lagi.
“Anak Pandaaa…jangan pulang terlalu sore nak!!!”, Ibu Panda cuma bisa bergeleng-geleng, sadar teriakannya tidak akan didengar.
 
Sudah lama Anak Panda mencari-cari menyusuri hutan jati, tapi kantungnya tidak juga dia temukan. Sedih rasanya, madu di kantung itu baru saja terisi separuh, seharusnya bisa dia makan untuk besok. Sambil melangkah gontai Anak Panda berjalan pulang.
“pasti ada yang mencurinya” pikir Anak Panda, dia mampir ke rumah Anak Rusa yang ada didekat hutan jati ini, “aku kehilangan kantung maduku, apa kau tau siapa yang mengambilnya rusa?”,
Anak Rusa beringsut-ingsut tidak nyaman = “ya..aku melihatnya tadi. Anak Harimau yang mengambilnya”
Anak Panda = “Anak Harimau?? buat apa dia mengambil kantung madu?”
Anak Rusa = “Ya tidak tau, tapi saranku biarkan saja, kau kan masih punya kantung lain, Anak Harimau itu tabiatnya kasar, salah-salah bisa kau yang dicelakainya”
Anak Panda = “Apapun alasannya mencuri itu tidak baik Anak Rusa, aku harus menegurnya”
Anak Panda berterimakasih lalu berpikir untuk menanyakan kebenarannya pada hewan lain. “rumah siapa lagi ya yang dekat disini..oiya..Burung Merak”.
 
Setelah itu Anak Panda menemui Burung Merak, Ular, dan Laba-laba. Mereka semua mengatakan benar Anak Harimau yang mencurinya , mereka juga mengatakan sebaiknya Anak Panda tidak menemui apalagi meminta kembali kantung madunya karena tabiat Anak Harimau yang pemarah dan tidak mau mengalah.
Anak Panda berpikir sebentar, hari sudah hampir sore, dia harus memilih, segera pulang atau menemui Anak Harimau dan merebut kembali kantung madunya.
“Ah kenapa aku harus takut, Anak Harimau kan pasti bisa kuajak bicara baik-baik. kalau aku tidak bilang bagaimana Anak Harimau tahu aku sangat menginginkan kantung itu, lagipula kalau aku tidak menegurnya Anak Harimau pasti akan terus mencuri barang-barang hewan lain”, Anak Panda melangkah ke arah rumah Harimau.
“Eh tunggu dulu, kalau dia marah lalu aku dicakar dan digigit dia bagaimana?..aduhh giginya kan tajam” Anak Panda menghentikan langkahnya, takut juga dia membayangkan akan sakit berdarah-darah.
Dia menimbang-nimbang lagi, “Tapi..kalau tidak aku coba aku tidak akan tau, lagipula yang aku lakukan ini benar kok” kali ini Anak Panda melangkah mantap.
Anak Panda sudah sampai di halaman rumah Harimau. “berhenti disitu!” sebuah suara menghentikan langkah Anak Panda.
krosak..krosak..sebuah benda dilemparkan ke arahnya, Anak Panda mengernyit, itu kantung madunya.
Anak Panda tau itu Anak Harimau = “Hey..kembalikan baik-baik padaku Anak Harimau!!”
Anak Harimau menyahut dari balik pintu = “Ahh..sudahlah, itu sudah kukembalikan, aku cuma ingin tau seperti apa rasanya madu, kenapa kau bisa sangat menyukainya. ternyata tidak enak. sudah sana…pergi”
Anak Panda melangkah ke arah pintu, dia marah Anak Harimau tidak sopan = “ayo sini keluar!…kembalikan baik-baik padaku atau kuadukan kau pada ayah ibumu!”
Lama tidak ada suara, lalu pintu terbuka, di luar dugaan Anak Harimau keluar sambil menunduk = “iya, aku minta maaf, ini aku kembalikan kantung madumu”
Anak Panda = “lain kali jangan mencuri, kau bisa bilang baik-baik bila ingin sesuatu”
Anak Harimau mengangguk lalu menutup pintu.
Haaa..lega, Anak Panda berbalik lalu melompat kegirangan, ternyata begitu saja kantung madunya kembali..tidak seheboh yang dia bayangkan.
 
Sejak itu cerita Anak Panda merebut kantung madunya dari Anak Harimau beredar di hutan, beberapa malah berkembang menjadi cerita pertarungan. Banyak hewan memberi selamat dan kagum pada keberanian Anak Panda.
Ternyata berani itu bukan turunan atau warisan gen, tapi sikap untuk bisa menghadapi rasa takut bahaya, rasa sakit, ketidakpastian atau intimidasi dan menyelesaikannya apapun yang terjadi.

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. jtxtop
    Jan 12, 2013 @ 16:13:00

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

    Reply

  2. Indra hermansyah
    Sep 15, 2015 @ 21:53:17

    Anda ingin menjual rumah/apt/tanah/gudang atau property lainnya? Kami siap membantu!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: