Anak Panda dan Percaya Diri

Di musim hujan seperti ini, hujan bisa turun seharian. Ayah Panda punya ide untuk membuat jemuran daun di dalam rumah, kalau hari hujan, daun-daun bambu yang kuyup itu bisa tetap segar disimpan di dalam rumah, dan mereka tidak perlu lagi berbasah-basah makan di pohon bambu luar.
Anak Panda yang sedang flu, suka sekali dengan ide itu, meski terbersin-bersin dia semangat membantu Ayah Panda.
Tapi waktu bersinnya menerbangkan tumpukan daun-daun bambu, Ibu Panda jadi menegur = “Ibu suruh apa tadi..berjemur kan? mumpung ada matahari di luar, biar sembuh flu mu Anak Panda”
Anak Panda bersin lagi, kepalanya terasa berat = “Aku tidur saja ya Bu”
Ibu Panda = “Eh berjemur dulu”
Anak Panda diam di tempat. Malas.
Ayah Panda membisiki Anak Panda = “Sudahlah..menurut saja..sebelum..”
Ibu Panda = “Ayo Anak Panda…atau Ibu larang kamu makan madu seharian”
Ayah Panda berbisik lagi = “Nahhh kan apa Ayah bilang..”
 
Anak Panda tersenyum masam, langsung menghambur ke halaman. Daripada tidak makan madu.
Tapi ah, Ibu Panda benar, setelah 5 menit…10 menit..15 menit, ada hangat yang menjalar di punggung lalu menyebar ke seluruh badan Anak Panda. Anak Panda merentangkan tangannya, hore badannya lebih segar sekarang.
“Teruskan makan dan minum yang banyak, Anak Panda”, rupanya Ibu Panda memperhatikan dari jendela daritadi.
Anak Panda tidak membantah lagi. “Iya bu” sahutnya sambil berlari ke arah rumpun bambu.
 
percayadiri
 
Sambil telentang Anak Panda mengunyah daun bambu nya perlahan, tepat di atas dilihatnya ada Laba-laba sedang sibuk menggotong gulungan benang, berjalan hati-hati di atas garis-garis berwarna-warni.
Anak Panda = “Hey..kau sedang apa Laba-laba?”
Laba-laba serius = “Membuat rumah sekaligus piringku”
Anak Panda bangkit = “Wah..itu bagus sekali”
Laba-laba melihat Anak Panda menjulurkan tangannya = “Eitss!!! jangan sentuh ya, bisa berantakan rumahku”
Anak Panda kaget = “oh eh iya iya maaf..tapi itu gulungan benangmu seperti tidak ada habis-habisnya, apa banyak yang harus kau kerjakan?”
Laba-laba = “Tidak juga, tapi dari gulungan benang ini memang bisa jadi apa saja..ayunan, jemuran, lompat tali”
Anak Panda terpesona = “wow..iya ya jemuran..wah, tadi Ayahku juga sedang membuat jemuran loh. Bisa tidak kau mengajariku cara membuat gulungan benang itu?”
Laba-laba diam sebentar lalu menyahut = “Bisa saja asal kakimu 8”
Anak Panda melongo tapi lalu tertawa cekikikan = “hihihi baiklah…aku tidak akan menganggumu lagi”
 
Keesokan harinya Anak Panda datang lagi, niatnya hanya ingin melihat cara Laba-laba membuat sarangnya, tapi Anak Panda malah cerewet bertanya.
“Kalau hewan lain bisa lengket di sarangmu, kenapa kau sendiri tidak Laba-laba?”,
“Apa benangnya sering putus”
“Apa dari bayi kau sudah bisa membuat sarang?”
 
Semakin hari semakin memperhatikan Laba-laba, Anak Panda jadi kagum. Kalau ada pertemuan hewan dia pasti bercerita pada hewan-hewan lain betapa hebatnya Laba-laba, kalau sudah begitu dia bisa lupa waktunya makan.
“Bayangkan ya, Laba-laba itu bisa membuat sarang yang rumit. Kalau ukuran dia diperbesar sampai seukuranku, terbayang kan seberapa besar sarang yang bisa dia buat? Mungkin bisa sebesar rumpun bambu itu ya?”, hewan-hewan yang mendengarkan mengangguk-angguk.
“Sarangnya itu juga perangkap yang jitu, sering sekali aku melihat serangga terperangkap disitu, tidak perlu memakai racun. Memang sih ada kelemahannya, matanya yang 8 buah itu tidak bisa melihat jelas, tapi dia cukup mengandalkan getaran hewan lain loh untuk menandai musuh atau calon mangsanya”
Biasanya cerita panjang lebar itu ditutup dengan pernyataan Anak Panda = “Kalau bisa berubah aku ingin sekali jadi laba-laba”. Tentu saja itu mengundang protes dari teman-temannya, obrolan jadi riuh, Anak Panda banyak diingatkan untuk bersyukur dengan yang dipunyainya.
Anak Panda tersenyum-senyum saja = “Tau tidak, di ruangan Bapak Pengawas, ada gambar manusia laba-laba, namanya Spiderman…nah..lihat..manusia saja ingin jadi laba-laba kok”
Setelah itu obrolan biasanya jadi makin riuh. Sebenarnya itu saja yang Anak Panda tuju, supaya semua yang hadir jadi saling bicara.
 
Setelah berminggu-minggu. Pagi itu Laba-laba bercerita pada Anak Panda bahwa ini waktunya dia pergi berburu ke daerah lain.
Anak Panda = “Yah…sayang sekali, aku suka loh berteman denganmu, kamu inspirasiku, bahwa yang kecil tidak selamanya lemah”
Laba-laba hanya tersenyum, dia mengemasi barang-barangnya
Anak Panda = “Ada yang bisa aku bantu?”
Laba-laba = “Terimakasih. Buka saja ini”, Laba-laba mengangsurkan gulungan kertas yang di lilit benang sarang, sebelumnya, sejak laba-laba tinggal di sana, tidak se hewan pun diizinkan menyentuh apalagi melihat gulungan itu.
Anak Panda perlahan membuka. Ternyata isinya adalah gambar Panda, dibawahnya tertulis Kungfu Panda.
Laba-laba = “Aku juga suka berteman denganmu, kamu lah inspirasiku, bahwa…yang gendut tidak selamanya lemah”
Mereka tertawa terbahak. Selama ini ternyata mereka saling mengagumi.
Untuk Anak Panda, jelas sejak itu percaya diri nya menguat. Dan dia ingin itu menular.

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. Venny
    Nov 01, 2016 @ 20:39:10

    Bagus ceritanya,…sy baca tuk pengantar tidur anak sy yang suka banget ama panda…😊

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: