Kulit

Menggemaskan…mendengar tawanya, melihat bibirnya tidak berhenti bercerita sambil menggandeng tangan ibunya, saya harus memotret dia. Tapi tingginya cuma 100cm dan dia bergerak seperti minions, saya jadi celingukan buru-buru mengikuti.
Ada sebuah mobil mewah melambat, menjajari saya, jendela penumpangnya terbuka sedikit, sesuatu dilempar, SAMPAH. “Heyy!!” saya reflek protes setengah berteriak.
Tapi tidak dia, dia memungut sampah yang ternyata kulit pisang. Sambil ditenteng mencari tempat sampah dia berbisik.. “makasih ya kulit, sudah menjaga pisang tetap bersih”
Dalam dan kontras, orang dewasa bertingkah seperti anak kecil, padahal anak kecil tulus dan tau diri.
Ingat..sekali lagi ingat..saya mengingatkan diri sendiri..’isi lebih penting daripada kulit’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: