17

“Kenapa suka Cicero?” tanyanya
“hah??” saya yang sedang menekuri buku, jadi menatap dia, bingung
Dia menunjuk tagline blog ini Dum spiro spero
“ohhh” saya nyengir, “Karena pendek aja, seperti wigati”
“Hmm..menurutku.. harapan saja gak cukup, manusia harus kenal dirinya lalu bertindak biar benar2 hidup..bahagia dan tentram. Dari jaman sebelum Cicero ada Sokrates..sampe Nietzsche, mereka masih mencari-cari falsafah hidup…Rumi, Attar juga berusaha menemukan…dst..” dia melanjutkan paparannya panjang lebar.
Saya mencerna, mengingat para filsuf pemikir hebat.
Kalau di QS(1:5), yang kita baca minimal 17 kali sehari, falsafah hidup…tujuan hidup akan tercapai jika kita dekat dengan Tuhan.
Menurut saya 🙂 , berpikir sangatlah penting, tapi bahagia dan tentram itu perasaan, mari think less feel more, rasakan Yang Maha Membuat Kehidupan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: