Puan

image

Cita-cita saya waktu masih sekolah TK, adalah jadi penjual bunga. Saya akan menunjuk-nunjukkan gambar yang saya buat, hamparan merah bunga, tulip, pada siapa saja yang mau meladeni. “ini bunga apa?”, “tuwip”, “ini gak bisa tumbuh disini, bisanya di belanda”, “bisa kok..bisaa!!”. Yaaa..yang tadinya mau meladeni jadi geleng-geleng kepala deh 😀
Mungkin, mimpi itu juga salah satu pendorong saya kuliah lalu bekerja, di tempat yang jauh, dari kota kecil saya yang nyaman. Saya jadi sempat bergaul dengan perempuan-perempuan modern, yang bekerja bukan sekedar untuk membantu mendapat nafkah atau mencari pengakuan eksistensi diri, tapi beliau-beliau bekerja karena itulah dirinya.
Maka perdebatan antara apakah lebih banyak kebaikan atau keburukan yang ditimbulkan perempuan&ibu2 menikah yang bekerja, jadi kembali ke diri mereka sendiri.
Ya, menurut saya, semua perempuan berhak jadi dirinya sendiri.
Begitupun ketika perempuan memilih jadi ibu rumah tangga.
Di salah satu sisi, jadi ibu rumah tangga memang berbahaya
??!!..eits..sabar..belum selesai kalimatnya :D..
jadi ibu rumah tangga berbahaya secara ekonomi, jika bergantung 100% pada suami sebagai sumber nafkah.
Memang tidak semua ibu rumah tangga bisa/mampu berbisnis untuk ikut menghasilkan uang, maka satu dasar dari tugas seorang ibu di rumah tangga adalah manajer keuangan. Ya, mengatur. Mempersiapkan jika sewaktu-waktu ada keadaan darurat, suami/sumber nafkah mendadak sakit(panjang)/meninggal. Mempersiapkan dana untuk ikut membantu keluarga besar. Mempersiapkan masa depan untuk anak-anak atau masa pensiun, karena kan perlu juga diperhitungkan apakah gayahidup akan tetap seperti sekarang jika seiring umur&tenaga, penghasilan dan kesehatan nanti berkurang.
Terakhir, tapi tak kalah penting, berpegang Quran 3:173, Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mal nashir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung), jika merasa sudah mempersiapkan segala sesuatu semampu-mampunya.
Reminder untuk saya sendiri juga..puan sayang…terlepas dari apakah jadi perempuan irt/bekerja, entah itu karena pilihan/disuruh/terpaksa mari jadi diri sendiri versi yang terbaik 🙂
Salut saya untuk para suami yang membekali istrinya dengan modal usaha/kuliah/kursus keterampilan. Terutama salut saya untuk perempuan2 dan istri2 yang mau terus belajar dan berkembang.

Ini jadi tagline saya hari ini nih : Nikmati hidup tanpa perlu mengorbankan yang penting 🙂

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. Goda-Gado
    Mar 26, 2015 @ 21:12:31

    “Salut saya untuk para suami yang membekali istrinya dengan modal usaha/kuliah/kursus keterampilan. Terutama salut saya untuk perempuan2 dan istri2 yang mau terus belajar dan berkembang.” —-> terima kasih mbak….. 🙂

    Ya. kuncinya dalah meyakini ini ~> Hasbunallah wa ni’mal wakil ni’mal maula wa ni’mal nashir (cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung)

    Reply

  2. wigati10
    Mar 27, 2015 @ 09:15:18

    terimakasih kembali…senang dapat teman baru, blog mas bagus 🙂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: