Anak Panda yang pemimpin

        Minggu lalu Anak Panda baru saja pulang ke hutan lindung dari tour keliling dunia tentang perlindungan hewan liar. Anak Panda kan ikon wwf. Hari ini dia sudah dibolehkan keluar dari karantina. Wah dia tidak sabar bertemu semua hewan.
“Hai Anak Panda” Anak Kura-kura menyapa. disusul sapaan teman-teman yang lain yang kebetulan sedang berkumpul.
“Haiii” balas Anak Panda riang.
“Kabarnya kamu sudah naik kapal laut dan pesawat di perjalanan kemaren ya?” Anak Rusa penasaran mendekat pada Anak Panda.
“Wah cerita dong ceritaaa” semua mendekat
Anak Panda tertawa senang “kalian tau, laut itu luassss sekali, kemana melihat cuma ada air”
“Wah darimana air sebanyak itu?”
“Dari es di kutub yang mencair, dari hujan, dari sungai-sungai yang bersatu….laut itu didalamnya tidak rata lho, sama seperti di darat begini, cuma terisi air”
“Kalau pesawat..pesawat..seperti apa rasanya?” Anak Kodok bertanya dengan semangat
“Heyyy tunggu dulu..selesaikan dulu cerita lautnya…” Anak Kuda protes
ribut sejenak.
“Pesawat itu waktu berangkat sama turunnya saja yang agak menaik dan menukik, selama di atas ya tidak terasa…oh iya, waktu menebus awan juga ternyata tidak terasa apa-apa, awan itu ternyata seperti kapas, pesawatnya nembus”
“Wahhhhh” anak-Anak hewan itu ternganga membayangkan cerita Anak Panda.
setelah itu bersahutan pertanyaan-pertanyaan lain, Anak Panda menjawabnya dengan semangat.

Beberapa minggu kemudian,
di suatu sore yang cerah, Bapak Singa mendatangi Anak Panda yang sedang bergelayutan di pohon bambunya.
“Anak Panda, tolong kemari sebentar”
“Eh Bapak Singa, baik pak”
“Langsung saja ya, bapak tanya, apakah kemarin lusa kau bertemu teman-temanmu sesama anak hewan?”
“Tidak pak, saya kemaren lusa masuk klinik kesehatan, entah tes apa, baru tadi pagi saya dilepas, ada apa pak?”
“Begini…jadi, ada para anak hewan yang terpilih akan menjalani tour keliling dunia sepertimu, ada Anak kura-kura, Anak monyet, Anak badak, Anak kanguru,..beberapa lagi bapak lupa, mereka tidak mau pergi, entah kenapa. Bisa saja sih mereka langsung diangkut petugas, tapi kan bisa-bisa dijalan nanti mereka jatuh sakit kalau terpaksa begitu. Bapak minta tolong kamu bujuk mereka..kamu kan sudah pernah pergi..ya?”
“Hah..saya?..ba..baik pak, saya usahakan”
“Terimakasih ya nak”
Padahal Anak Panda tidak punya ide samasekali bagaimana menghadapi teman-temannya itu.

        Keesokannya, Anak Panda langsung memanggil anak-anak, termasuk Anak kura-kura, monyet, badak, dan kanguru.
Anak Panda : “Aku kemarin diberitahu pak singa, beberapa dari kita akan diberangkatkan ikut tour keliling dunia, aku mohon jangan menolak, kasihan pak singa, kasihan para petugas nanti kerepotan mengatur kita. Sudahlah, tidak lama kok cuma 5 bulan, kita ikuti saja”
tiba-tiba Anak Badak berkata : “Kamu tidak kasihan sama kita, Anak Panda? kita nanti naik turun kendaraan, ditempatkan di kandang-kandang sempit, berpisah dari keluarga, kamu lebih kasihan siapa?”
Anak Panda melongo, dia membayangkannya dan tahu Anak Badak benar, tapi ..”ehhh ehh mau kemana..semua…tunggu dulu..”, semua Anak bubar karena Anak Panda lama tidak menjawabnya.
Bapak Singa menemuinya lagi, “Bagaimana Anak Panda?”
Anak Panda menggeleng : “Besok pak…besok saya coba lagi”

        Anak Panda mengumpulkan teman-temannya lagi.
Anak Panda :”Ayolahhh, kita ini hewan, hutan yang liar saja mampu kita kuasai, masa bepergian melihat hal baru tidak berani kita jalani. Ayo teman-teman kita berangkat. Kita bersenang-senang. Kita tidak akan dipukuli, tidak dimakan, seperti hewan ternak. Kita adalah hewan bebas!!! Kita akan mengarungi laut! Melewati langit! Kita pemberani!”
Teman-temannya saling memandang ngeri. “Anak Panda, benar juga katamu, teman-teman kita yang diternak sedang dipukuli, dibunuh, masa kita bersenang-senang, kami tetap tidak mau!”.
Anak Panda sontak menutup mulutnya. Dia terlalu bersemangat sampai melontarkan kata-kata yang tidak semestinya. Dia tidak mampu berkata-kata lagi untuk mencegah teman-temannya bubar.

        Anak Panda dengan gontai pulang.
“Hey kenapa wajahmu sedih Anak Panda?” ibu dengan lembut merangkul Anak Panda yang baru sampai.
“Aku gagal bu…aku gagal menjalankan amanah pak singa, aku juga jadi malu pada teman-teman”
Ibu Panda tersenyum, menyeka airmata anaknya dan mengelus-elus kepalanya “Itu namanya latihan jadi pemimpin, pemimpin yang baik itu tidak mudah menyerah”.
Anak Panda sampai tertidur dalam pelukan ibunya.

        Anak Panda sedang duduk di bawah pohon teduh. Dia memikirkan teman-temannya. Saat melihat Anak kuda, dia ingat pernah melihat kuda yang dipacu dengan dipukul dari belakang, dia juga pernah melihat kelinci yang dipacu dengan mengikat sebatang wortel tepat di depan kepalanya.
Hmmm…mungkinkah itu yang sudah dilakukannya? mendorong dan mengumpan temannya?…teman-temannya adalah hewan yang cerdas, mungkin kalau mereka diberitahu tujuannya, bukan dipacu sebelum perjalanan, itu justru akan membuat mereka berpikir dan sadar.
AHA…Anak Panda mengumpulkan lagi teman-temannya.

        “Aduhhhh ada apa lagi sih Anak Panda?????!!” beberapa suara terdengar kesal.
Anak Panda tetap tenang “Begini teman-teman…ini memang masih soal keikutsertaan kita di tour itu, aku tidak akan memaksa, aku cuma ingin menjelaskan, tujuan perjalanan itu adalah untuk mengenalkan kita ke manusia yang sebelumnya tidak pernah melihat kita, seperti waktu aku menceritakan pengalamanku melihat laut, itu jadi hal baru kan…nah ini juga, dan akan membuat manusia mengenal lalu berusaha menjaga kita. Agar teman-teman yang lain lalu mempunyai rumah hutan lindung yang indah seperti kita ini. Tujuan kita adalah membantu hewan lain”. Anak Panda tersenyum yakin.

Beberapa bulan kemudian, truk-truk WWF berdatangan, banyak anak-anak hewan yang sehat terpilih ikut tour. Dan mereka berangkat dengan senang hati.

Advertisements