Cacat Yang Sempurna

       Toni  sudah selesai memakaikan Eka baju. “Ayo Ma berangkat, keburu hujan” tangan Toni jahil mencubit pipi Dian yang sedang memulas wajahnya dengan bedak. Dian diam, mematut diri sekali lagi di depan cermin.
“Ayooo” kali ini Toni mengalungkan gendongan batik ke pundak Dian. Dian cepat menggendong Eka.
Dian sangat senang bisa keluar menghabiskan waktu bersama suami dan anaknya seperti Sabtu ini, hanya saja dia masih risih dengan tatapan tetangga dan orang-orang setiap mereka berpapasan.
Toni menuntunnya menaiki angkot. Sekali lagi mereka bertiga jadi pusat perhatian. Dian menunduk, Toni malah sibuk membetulkan posisi Eka, “ini tangan Eka ketekuk Ma”, bayi 6 bulan itu tertidur, “aduh dia keringetan, gerah ya nak, sini ayah kipasin”. Dian tersenyum melihat perhatian Toni, dia jadi tidak memikirkan pandangan orang-orang di angkot lagi.
       
       “Kiri bang”, rupanya mereka sudah sampai di swalayan yang mereka tuju. “Maap, ini turunnya agak lama ya bang”, Toni dengan sopan bicara pada sopir. Toni harus mengambil Eka dari gendongan Dian, lalu membantu Dian menuruni tangga angkot. Dian berusaha keras membungkuk, pelan-pelan, bertumpu pada Toni, akhirnya dia berhasil turun. “makasih bang”. Sopir angkot tak sempat menjawab, dia sudah buru-buru menekan gas angkotnya.
Dahi Dian penuh keringat, Toni menyekanya perlahan “Doakan rezeki lancar ya Ma, nanti kita bisa beli motor”. Dian tersenyum mengangguk, memindahkan Eka ke gendongannya lagi.
       
       Bapak-bapak satpam memperhatikan mereka dari kejauhan mungkin mereka sedikit curiga pada perawakan Toni yang ceking,  Toni menggamit tangan Dian. Dian cacat kaki sejak kecil, mereka tidak tahu penyakitnya, sampai 2 tahun lalu, saat ada dokter dari rombongan calon gubernur yang sedang kampanye, memberitahu, Dian kemungkinan terkena penyakit PFFD (proximal focal femoral dislocation).  Penyakit yang membuat kakinya tidak sama panjang dan pinggulnya tumbuh miring.
“Mama capek? mau tunggu diluar disini?” Toni mengimbangi langkah perlahan Dian.
“Gak, aku juga mau lihat pilihan makanan pendamping asi-nya Eka”
Toni  bersemangat. Dia membaca setiap kandungan makanan dan susu anak yang tertera di kotak saji. Toni ingin yang terbaik untuk anaknya, meski tahu akhirnya dia akan kalah oleh perhitungan harga.
       
Toni memandangi kotak susu lalu beralih memandangi  tangan dan dompetnya. Waktu cepat sekali berlalu.
Dulu tangannya ini digunakan untuk memukul & merebut, memukul siapa saja yang tidak mau menyerahkan barang yang ditodongnya.
Dia preman yang tidak bosan ditangkap satpol pp juga polisi, merasa cukup hidup dengan ditakuti orang & disegani preman lain.

Sampai suatu hari, badannya luka-luka hasil bertengkar karena berebut perempuan untuk berkencan, dia mabuk berat lalu mengotori lapak buku jualan seorang perempuan cacat. Perempuan itu marah-marah, Toni juga marah, sebelumnya tidak ada perempuan yang berani membentaknya.
Toni menghancurkan lapak.  Perempuan itu menangis,  balas memukul dengan kayu sampai  Toni pingsan.

Ketika terbangun, dia sudah ada di kasur. Disampingnya, ada makanan hangat dan perempuan yang sudah memukulnya, memandang cemas.
“Maaf aku memukulmu, lapak itu kehidupanku”
“Gila lo” Toni menghardiknya, berusaha bangkit tapi kepalanya pusing luar biasa
Perempuan itu juga berusaha bangkit : “Kalau kamu kasar, kamu bisa mati sendirian”
Toni terdiam, perutnya lapar, membuatnya susah payah meraih makanan
Sudah 3 hari dia di gubuk itu, perempuan bernama Dian itu tetap membawa makanan 2 kali sehari tapi menolak bicara jika Toni kasar.
Malam harinya, saat Dian membawa makanan, Toni memutuskan bicara dengan sopan.
“Gue yang minta maap udah ngerepotin elu. Tenang aja, kerugian lo gue ganti.” diulurkannya uang 200 ribu. Uang hasil copet terakhirnya. “Gue lagi stres, pacar gue dicuri temen gue, padahal pacar gue itu baik”
Dian menyahut lirih : “Orang baik itu tidak tidak mencuri dan tidak tercuri”
Toni marah : “Tidak tercuri???.. Lo pikir barang hah???!!”
Dian menyahut : “Lah kalau barang aja gak mau digituin apalagi manusia yang punya fikir”
Toni makin marah : “Tau apa Lo soal perasaan? pernah Lo pacaran? Ada yang mau sama Lo?  Dia tuh cuma mau bikin gue cemburu, gue akan rebut dia lagi meski dituker nyawa. Tau Lo”
Dian tak takut : “Pacar yang keren tuh bukan yang bikin cemburu, tapi yang bikin orang lain cemburu liat kalian berdua, lagian kalau sudah dewasa, mainnya bukan, “kalau aku gini, kamu cemburu gak? tapi kalau aku gini, cita-cita kita lebih cepet kesampai gak?”
“arrhhhhhh” Toni bangkit, ingin rasanya Toni memukul Dian, tapi urung, dia menendang pintu, lalu lari sekencang-kencangnya.
       
Setahun setelah malam itu, Toni kembali menemui Dian, dia sudah jadi sopir truk. Sudah mengontrak kamar. Dan ingin menikahi Dian.
       
“Yang ini ada minyak ikannya Yah”, ” Yang ini kandungan besi nya lebih banyak pasti Eka nanti makin kuat, otot kawat balung besi” Dian mengangkat kedua lengannya, mereka tertawa-tawa.
       
Uang mereka hanya cukup membeli 1 kotak makanan pendamping asi, dan 1 minyak telon.  Antrian di kasir panjang.
       
Dian

Dian mengamati Toni yang memegang belanjaan mereka. Sudah  2 tahun mereka menikah, cukup untuk mengenal, bahwa dibalik penampilannya yang menakutkan, Toni itu orang yang bisa sabar sesabar-sabarnya, bisa lembut, tapi akan tegas di waktu yang diperlukan. Dian berdoa semoga umurnya cukup panjang untuk mengurus dua laki-laki dalam hidupnya itu.

 

“Silahkan Bu” kasir di depannya tampak tersenyum melihat pemandangan tak biasa. Seorang laki-laki kurus penuh tato, melamun memandang kotak makanan, sembari menggandeng perempuan cacat yang  menggendong bayi lelap.

 

 

Advertisements

Posisi

Masih ingat dengan jargon “posisi menentukan prestasi” saat sekolah dulu?..ya itu diartikan dengan posisi aman untuk menyontek ya :D. Pengalaman lugu dan menyenangkan itu kami bicarakan lagi tadi sore. Kami, maksudnya saya dan dua teman lama saya.

Setelah cerita-cerita flashback, kamipun lalu membahas pencapaian kami saat ini. Satu teman sudah ada di posisi yang tinggi dan tidak pernah dia bayangkan akan capai sebelumnya, sedangkan satu teman yang lain bercerita bahwa dia ada di posisi yang berubah sama sekali dari yang dia inginkan awalnya.

Saya percaya, ‘teman tinggi ini’ mencapai posisinya sekarang bukan hanya berdasar keberuntungan momen yang pas, tapi karena dia siap, dia terus meningkatkan kualitasnya sehingga ketika sewaktu-waktu pintu kesempatan terbuka, dia bisa masuk ke arena persaingan dan memenangkannya.

Sedangkan bagi ‘teman yang berubah posisi’, saya percaya selama dia tahu tujuannya dia akan bisa mencapai cita-citanya, meski harus melalui jalan berputar dan memakan waktu.

Apakah  ‘teman tinggi’ lebih baik daripada ‘teman yang berubah posisi’? Apakah lebih sukses?

Saat ini sekilas mungkin iya, tapi menurut saya tidak untuk seterusnya, karena ciri orang sukses adalah tahu bagaimana menyusun prioritas dalam hidupnya. Jika sekarang harus berubah posisi, mundur atau bergeser?! tidak mengapa, selama itu nanti akan membuatnya melompat lebih tinggi.

Maka kesimpulannya, jangan sampai tersesat! Tau tujuan itu penting, sepenting tau, dimana posisi kita sekarang.

Selamat melompat lebih tinggi 🙂

Uang untuk tua

manajemen_uang
        Akhirnya saya menyelesaikan membaca buku bagus ini. Rasanya sudah lama, sejak terakhir saya merasa begitu terpengaruh isi sebuah buku, sampai punya pemahaman baru…eh sebenernya sih karena saya makin jarang baca buku juga :D.
        Saya ingin berbagi dengan anda. Awalnya karena saya ingin punya pemasukan pasif, maksudnya saya ingin terima uang dengan sedikit atau bahkan tanpa bekerja..hehehe contoh malas yang baik ya ini. Mulailah bingung karena pemasukan aktif saja sedikit apalagi pasif, bertanya pada perempuan-perempuan terdekat yang kondisinya sama dengan saya, ibu rumah tangga yang sebagian besar waktunya di rumah, saya tidak menemukan jawaban yang memuaskan. Bertanya pada teman-teman yang masih aktif bekerja, lumayan ada gambaran, uang bisa ditabung atau di deposito, pemasukan pasifnya dari bunga bank yang kita terima. Ada juga yang menyarankan membeli emas, bagus juga, tapi saya bingung menyimpan fisiknya, kebetulan juga saya tidak begitu suka pakai perhiasan :).
        Saya ingin pendapat yang bisa dipertanggungjawabkan, pergilah saya ke toko buku, katanya ada financial planner, profesi yang makin nge-trend itu tuh :), yang bisa ngasih penjelasan, saya cari-cari yang penulisnya perempuan dan bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana.
        Ada 3 yang saya suka, buku prita h ghozie, ligwina hananto dan farah dini novita. Pengen beli tiga-tiganya, tapi saya ingin beli novel & komik juga hehehe. Saya jadi harus pilih 1 buku dulu. Buku Ligwina hananto, ‘untuk indonesia yang kuat’ bagus, tapi buat saya dibeberapa bagian terlalu global, saya kan butuhnya yang membahas alternatif investasi buat pemasukan pasif. Buku Farah dini novita, ‘finchickup’ juga bagus, tapi saya kurang sreg dengan cara penulisan yang memakai bahasa gaul, di beberapa bagian saya jadi bingung karena kesannya kurang serius. Jadi, saya pilih buku Prita, ‘jadi cantik, gaya, tetap kaya’.
Cukup lengkap sih untuk saya yang awam manajemen tentang uang :
-ada cara menyusun arus kas pribadi sekarang,
-cara menyusun rencana keuangan untuk masa depan,
-ada penjelasan kenapa harus menghindari utang/kredit jelek, kredit juga ada yang baik kan, kpr misalnya, kredit pisang misalnya..kripikkk itu yaa *joke lawas 😀
-kenapa harus berinvestasi dan macam2 investasi yang cocok dengan kepribadian kita, karena kan ada pribadi yang butuh selalu merasa aman dan pasti, jadi invest-nya di tabungan/deposito/reksa dana pasar uang. Ada pribadi yang butuh merasa aman tapi berharap return besar, invest-nya di emas/ properti/ ORI/ reksa dana pendapatan tetap.Ada juga pribadi yang berani mengambil resiko berharap return besar jadi berani invest di saham/reksa dana saham.
        Intinya sih, wanita harus bisa mengenal & menghargai diri sendiri dengan mempersiapkan masa depan yang baik, apapun profesinya bahkan jika ‘hanya’ sebagai ibu rumah tangga. Gitu..
Selamat membaca 🙂

Bikin Online Shop Itu Gak Susah Kok (1)

Membuat/membeli web Online Shop yang bagus memang mahal karena tentu sebanding dengan desain yang menarik dan fitur berbelanja yang canggih. Tapi sebagai pemula kita bisa coba membuatnya sendiri kok, kembali ke fungsi dasar Online Shop kan tempat orang bisa melakukan jual beli via internet, jadi yang diperlukan sebenarnya hanya infomasi barang & cara membeli :).

Saya akan memakai WordPress sebagai “mesin blog”. Kenapa wordpress ? karena lambangnya W..saya 😀 hehehe. Bukan, karena menurut saya, cara pembuatan web di WordPress paling mudah dan nanti banyak mendukung template online shop.

Berikut ada 3 ‘tingkat’ pembuatan online shop yang akan saya ceritakan :

1. membuat online shop(olshop) secara gratis

2. membuat olshop sederhana via wordpress berbayar

3. membuat olshop dengan fasilitas ‘keranjang’ & ‘checkout’

Baik, sekarang, kita menuju tingkatan 1.

Membuat olshop gratis, tampilan yang kita inginkan seperti ini :

frontface

Yang pertama adalah kita mendaftarkan nama blog/web/online shop yang kita inginkan di WordPress.

pertama1

Klik ‘buat situs web’ :

harga domain versi wordpress1

Akan ada form yang meminta kita mengisikan nama, email, dan nama blog yang diinginkan, wordpress akan mengecek apakah nama yang anda inginkan masih tersedia atau tidak. Jika tersedia, segera ada pilihan untuk menjadikannya domain berbayar. Kali ini kita pilih yang masih menggunakan wordpress.com saja agar gratis. Scroll ke bagian paling bawah, klik ‘Buat Blog’. Aktivasi link blog akan dikirim ke email, setelah nanti anda klik, kita akan punya blog/web/olshop, contoh : http://www.SepoiSenja.wordpress.com

Bagian selanjutnya kita masuk ‘Pengaturan’ untuk mengatur tampilan. WordPress sudah menyediakan ‘theme’ atau pilihan bentuk tampilan.

pengaturan 1

langkah2

Theme yang digunakan ‘Triton Lite’, pilih ‘Aktifkan’, maka kita akan ke langkah selanjutnya.

langkah3

theme default adalah ‘Ryu’ jika ‘Triton Lite’ yang terpilih maka akan tampil Sesuaikan Triton Lite.

langkah4

WordPress juga menyediakan link sosmed, jadi sekali anda posting di wordpress, secara otomatis terupload juga di Twitter & Facebook. Klik dan isikan link di masing2 pilihan.

posting

Setting sudah selesai. Selanjutnya anda masuk ke halaman ‘Posting’ untuk mengisi blog. Isikan saja, jika anda ingin menambahkan gambar, anda bisa klik ‘Tambahkan Media’. Setelah selesai, klik ‘Terbitkan ke Sepoisenja’.

Anda bisa ‘Keluar’ atau ‘Log Out’ dengan klik Icon orang di kanan atas tengah.

Sekarang coba anda ke alamat blog anda, contoh : http://www.SepoiSenja.wordpress.com

Taraaaaaa!!!

Jika ada setting tampilan yang ingin anda rubah, silahkan ke admin wordpress anda. contoh : http://www.SepoiSenja.wordpress.com/admin

Masukkan email dan password. Dannn…selamat berkreasi dengan olshop gratisan anda \(^_^)/

Sixth Sense Freelancer

Habis nonton hasil kerja orang-orang MIT disini http://dailysocial.net/2010/01/14/video-teknologi-masa-depan-sudah-didepan-pintu/#more-4984 , jadi haus ide. d^_^b.
Terus dapat info situs-situs freelance disini http://www.ruangfreelance.com/2009/01/24/resources-21-situs-pencari-kerja-online/, jadi semangat ber-ide.
Iya, judulnya emang gabungan 2 tema artikel ini, gak ada maksud jadi dukun nih. :D.

100% Made in Indonesia by Indonesian

Saya mau bilang sama oknum2 ‘buaya’, ‘teroris’, koruptor dan sejenisnya yang menjelekkan nama Indonesia, “Anda tidak berhasil menghentikan saya mencintai Indonesia”. ^_^.

selenium

Di pembuatan sebuah software, pasti diperlukan testing untuk memastikan alur framework benar. Apalagi untuk software yang trafic datanya banyak, cepat dan rahasia. Tapi saya baru tau, ternyata eh ternyata ada tool testing untuk UI (User Interface) ya? (ampun kemana saja ya saya)…:D
Ada Selenium, ada Fetneese dll katanya.
Selama ini saya pakai cuman JUnit di development&integration test. Selesai.
Sudah baca-baca sedikit dari milis atau dari web nya, tapi belum kebayang jelas fungsinya, bukankah UI bisa dites kasat mata? bisa diprediksi sendiri? bukannya justru merepotkan mengingat page di UI biasanya ada yang saling berkait?
Ada yang bisa kasih masukan? 🙂

Previous Older Entries