Wigati

JUST WANT TO DOCUMENT & SHARE…

Anak panda dan Lebah Januari 24, 2012

Filed under: Uncategorized — wigati10 @ 10:26 am

madu
    Anak Panda sedang asyik berjalan menyusuri hutan ketika melihat seekor lebah jantan dan memutuskan mengikutinya.
Setelah beberapa hari,
Lebah = “Kenapa kau mengikutiku?’
Anak Panda = “Aku suka melihatmu membuat madu, aku juga suka madu“
Lebah = “Mana ada panda suka madu, panda makannya bambu. Beruang yang makan madu“
Anak Panda mengangkat bahunya = “Aku suka. Memangnya kalau ada beruang yg makan bambu, itu juga tak boleh?“
Lebah memandangi Anak Panda tapi lalu ikut-ikutan mengangkat bahunya= “Terserah kau saja… kenapa kau tidak bermain dengan panda lain?“
Anak Panda = ‘Di tempatku hanya ada sedikit anak panda, dan mereka lebih suka berkumpul dengan ibunya“
Lebah = “Oh..kau masih anak2.. pantas suka melihat hal-hal baru“
Anak Panda = “Iya, kata ayahku aku anak panda yang pintar“, Anak Panda menyahut bangga tanpa memperdulikan Lebah yang terkekeh memperhatikan ukuran badannya.
Lebah tersenyum = “Kalau kau pintar, kau pasti sdh belajar dr yg aku lakukan hari ini. Apa?“
Anak Panda = “Aku bermain, kau bekerja. Aku besar tapi anak-anak, kau kecil tapi sudah tua“
Lebah = “hahahaha aku pikir kau sdh belajar apa“, Lebah terbahak sampai sayapnya oleng.
Tepat saat itu kawanan lebah melintas di atas mereka, si Lebah menoleh cepat “Nah, itu tanda tugasku sdh selesai, aku harus pulang“
Anak Panda = “Apakah besok kita bertemu lagi?“
Lebah = “Aku harus pergi ke tempat yg lebih jauh besok. Aku tdk suka berjanji, aku takut tdk bs menepati“
Anak Panda = “Kata ayahku, Tuhan suka pada makhluk yg berusaha. Berjanjilah, lalu berusaha tepati. Aku tunggu, boleh?”
Lebah = “Kau memang masih anak-anak, Panda. Aku kasih tau ya, kalau kau berurusan dengan makhluk disini, kau harus bersiap2 kecewa, lain halnya jika kau serahkan urusanmu pada Tuhan”
Anak Panda memandangi Lebah = “hmmm…baiklah. Hati2 besok di jalan”
Lebah terbang pergi.
Anak Panda sebenarnya tidak tau maksud kata-kata lebah yang terakhir, yang dia tau besok dia tak ada teman. Dia berbalik berjalan pulang, ketika tiba-tiba dia haus. Di ujung belokan ada sungai pikirnya.
“Ahaa iya… besok aku mengikuti sungai saja, mengamati air, aku kan juga suka minum air, seperti aku suka minum madu“.
    Kini langkah Anak Panda tak lagi sedih. Mungkin dia tidak akan bertemu lebah itu lagi, tapi dia tau dia akan bertemu lebah lain atau bahkan hewan lain. Anak Panda berusaha menyadari apa yang masih ada, bukan apa yang hilang.

 

Defense Januari 17, 2012

Filed under: Daily — wigati10 @ 8:13 pm

    Ada sebuah acara di kampung saya. Beberapa hari sebelum hari H, warga sudah bergotong royong membangun tenda, memasak, menghias tempat acara, semua dilakukan bersama. Cuaca cerah yang mendukung, dan persiapan acara yang lancar, membuat semua orang jadi tenang dan ceria.
    Beberapa jam sebelum acara. Tiba-tiba hujan angin turun sederas-derasnya, tempat acara bocor sampai banjir. Waktu itu para bapak-bapak sedang istirahat makan bersama di dapur, sedangkan para ibu-ibu sedang membersihkan tempat acara. Para ibu-ibu dengan sigap seadanya mencari cara menutup bocor dan mengurangi banjir dengan peralatan bapak2 yang masih ada. Sebagian bapak-bapak semburat dari dapur datang membantu, tapi sebagian besar tinggal di dapur langsung menggantikan tugas menyiapkan makanan untuk acara lalu mempersiapkan dapur dari ancaman bocor dan banjir juga.
    Tidak perduli harus ‘switch’ peran atau belum sempat istirahat, semua orang segera melakukan apapun yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan, mengatasi masalah.
    Ooo…berarti benar.. apapun bentuk ‘team’ nya, entah keluarga, kantor atau negara, agar tepat dan cepat mengatasi masalah, teamwork berubah jadi personal work, sumbangkan kemampuan diri agar kita semua bisa bertahan mengatasi masalah.
Play our part on it to defense.
So..let’s play narablog :)

 

Geser Januari 10, 2012

Filed under: Daily — wigati10 @ 8:03 am

    Mati gaya. Playlist lagu yang diputar di angkot ini temanya patah hati semua. Saya lirik sopirnya, tatapannya sendu ke depan, berkali-kali dia menghela nafas..duh jadi ikut mellow. Eh tapi tunggu, mikir patah hati atau setoran kurang? cuma dia dan Tuhan yang tau :D .
    Kalau benar sedang patah hati atau sakit hati, apa hati si sopir bisa seperti angkot ya?     Maksudnya orang-orang yang ada di dalam hatinya bisa digeser, seperti prinsip angkot, ‘Geser, 76′ : Isi hati secukupnya dengan orang-orang terdekat yang bertujuan sama. Meskipun sopir selalu berharap semua orang-orang itu hanya akan turun di terminal terakhir, tapi kalau ternyata ada orang yang turun di tengah jalan, si sopir tidak kesakitan kehilangan, karena orang naik turun itu biasa, si sopir cukup menyuruh penumpang lain geser memberi jalan untuk orang baru. Lalu berangkat lagi, tidak perlu menutup pintu angkot apalagi gusur angkot nya.
    Hmm ini analog absurd sih memang, tapi daripada naek ojek…becek cynn :D

 

Ukuran Januari 3, 2012

Filed under: Uncategorized — wigati10 @ 9:14 pm

ukuran langkah
    Wajahnya menyiratkan lelah, tapi nada bicaranya semangat sekali. Sudah sebulan ini dia mengikuti talkshow seorang motivator terkenal, dimanapun talkshow itu digelar. Begini hasilnya,
“Katanya.. kalau kau menghadapi masalah hidup, itu tuh sebenarnya cuma masalah ukuran” dia serius menjelaskan.
“Ukuran?” saya bingung.
“Gini, kalau masalahmu besar, kau harus membuat hati dan pikiranmu berukuran lebih besar dari masalah itu.. Jadi ketampung kan, dikau jadi bisa lihat celah solusinya, ketemu jalanmu” paparnya
Saya mengangguk-angguk.
“Atau kecilkan masalahmu, biar banyak masalah yang bisa ditampung hati dan pikiranmu. Paham?”
Saya lagi-lagi mengangguk.
“Kayak patung kucing keberuntungan deh manggut2″ komentarnya :)
    Mungkin di tahun baru ini saya juga harus begitu, besarkan kemampuan saya untuk mewujudkan resolusi saya, dan kecilkan ukuran masalah saya. Agar ringan langkah saya bagaimanapun jalannya, hanya takdir Tuhan batasannya.
    Selamat tahun baru narablog, selamat bertambah umur, selamat punya kesempatan-kesempatan baru.

 

Anak Panda dan Ayahnya Desember 27, 2011

Filed under: Uncategorized — wigati10 @ 10:39 am

panda&pa
    Seekor Anak Panda yang sedang kesal duduk di tepi sungai. Tadi dia dihukum ayahnya karena bolos belajar membaca. Ughh rasanya sejak pindah ke hutan baru ini, ayahnya semakin cerewet saja. Anak Panda diharuskan belajar membaca, padahal dia paling tidak suka belajar, huruf-huruf itu aneh dan mirip bentuknya, lagipula buat apa dia belajar membaca, itu kan pekerjaan manusia.
    Anak Panda melihat sekelilingnya, banyak binatang di hutan ini bilang dia tak kenal takut, jadi bangga mendengarnya, karena itu tandanya dia sama dengan idolanya, Ayah Singa. Ayah Singa selalu berburu dan menemukan mangsa, beda dengan ayahnya, Ayah Panda, yg cuma duduk di bambu, mengunyah bambu pelan-pelan. Anak Panda menghela nafas, ayahnya memang sama sekali tidak jantan dan kuno. Andai dia bukan Anak Panda.
    Tiba-tiba dari jauh dilihatnya ayahnya datang, membawa daun bambu muda, tapi jalannya terpincang-pincang. Anak Panda buru-buru menyambut ayahnya.  
Anak Panda = “Kenapa kaki ayah?”
Ayah = “Tidak apa”
Anak Panda = “..ehhh…berdarah loh yah”
Ayah = “Tidak apa. Ini makan daun bambumu”
Anak Panda makan daun bambunya pelan-pelan, tapi matanya terus memperhatikan kaki ayahnya yang berdarah-darah meski sudah dibebat.
Ayah Panda tersenyum = “Tadi ayah membantu Ibu Kuda, kepalanya luka tersangkut pagar hutan waktu mengejar anaknya yang menerobos pagar. Ayah tidak hati-hati, jadi malah kaki ayah yang ikut tersangkut”
Anak Panda mengingat bukan kali ini saja ayahnya menolong hewan-hewan lain, sudah seringkali.
Ayah Panda = “Itu makanya, ayah mengajarkan huruf manusia, biar kamu bisa membaca tanda-tanda di hutan lindung ini nak. Mana ‘Batas Hutan Lindung, dilarang berburu’, ‘Rumah Sakit Hewan’ atau ‘Hati-hati kawat berduri’. Biar kamu tau mana tempat aman dan tidak nak”
Anak Panda menunduk.
Ayah Panda merangkulnya = “Ayah tau, kamu anak yang pemberani, lagipula badan kita besar kan, tenaga kita kuat. Tapi apapun yang berlebihan itu tidak baik, termasuk berani. Karena hewan bodohpun bisa berani…Dan kau tau hewan yang bodoh.. dia tidak hanya membahayakan dirinya, dia juga membahayakan hewan lain”.
Anak Panda mengangguk “Iya ayah”
Ayah Panda mengusap-usap kepala anaknya.
    Sebenarnya sudah beberapa kali ayahnya mengatakan hal-hal itu, tapi baru kali ini Anak Panda berpikir kata-kata ayahnya benar, bahwa setiap hewan punya kekurangan dan kelebihan, serta, berani itu bukan berarti membabi buta tak kenal takut melainkan bertanggung jawab atas yang dilakukannya.
    Dilihatnya bayangannya dan bayangan ayahnya di sungai. Ayahnya bukan hanya bisa melindunginya tapi juga hewan-hewan lain. Baru disadarinya..ah, ayahnya adalah ayah terkeren sedunia.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.